JURNALMALUKU – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar terus mendorong pengembangan ekonomi kreatif (Ekraf) berbasis potensi lokal, baik dari sektor kelautan maupun kekayaan budaya daerah.
Wakil Bupati Kepulauan Tanimbar, dr. Juliana Ch. Ratuanak, mengatakan hal tersebut usai melakukan pertemuan dengan Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Ekraf) Irene Umar pada Senin.

Dalam pertemuan tersebut, Pemkab Kepulauan Tanimbar mempresentasikan berbagai potensi yang dimiliki daerah, khususnya kekayaan laut berupa biota laut, ikan, hingga terumbu karang.
Menurut Wabup, potensi tersebut mendapat perhatian dari Wakil Menteri Ekraf karena dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi bagian dari kekuatan ekonomi kreatif daerah.
“Dalam presentasi dari kita, beliau melihat potensi laut dengan biota laut dan ikan serta terumbu karang yang luar biasa,” kata Wabup via WhatsApp, Rabu (12/8/2026).

Ia menyampaikan, pengembangan ekonomi kreatif di Tanimbar tidak hanya dapat bertumpu pada sektor kelautan, tetapi juga potensi yang berasal dari daratan serta kekayaan budaya dan kerajinan masyarakat.
Di sisi lain, Ratuanak menegaskan bahwa rencana pengembangan sektor Migas di Tanimbar harus tetap memperhatikan kelestarian lingkungan.
Ia berharap masuknya investasi Migas ke daerah tidak mengorbankan kekayaan alam yang selama ini menjadi salah satu potensi utama Tanimbar.
“Untuk tambang Migas yang akan masuk, kiranya tidak mengganggu bahkan membuat alam menjadi rusak. Harus dijaga untuk dilestarikan,” ujarnya.
Selain potensi kelautan, produk kerajinan lokal berupa ukiran yang dipresentasikan Pemkab Tanimbar juga mendapat respons positif dari Wakil Menteri Ekraf.
Ratuanak mengatakan, ukiran tersebut bahkan langsung dipajang di ruang depan dalam sebuah lemari kaca sebagai bentuk apresiasi terhadap karya kreatif masyarakat Tanimbar.
“Untuk Ekraf dari ukiran yang kita sampaikan, beliau melihat sendiri dan merasa bahwa ini sebuah potensi besar untuk dikembangkan dan boleh dipajang di mana-mana,” jelasnya.
Menurut Ratuanak, Wakil Menteri Ekraf juga telah menyampaikan ketertarikan untuk mengembangkan produk tersebut dengan berbagai bentuk dan variasi.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah patung Tumbur yang dapat dikembangkan dengan berbagai ornamen, termasuk perahu dan variasi lainnya yang menjadi ciri khas kerajinan masyarakat Tanimbar.
“Beliau sudah memesan untuk ke depan ini dikembangkan dan kita buat lebih variasi lagi, patung Tumbur dengan perahu dan segala variasinya yang mereka punya,” ungkap Ratuanak.
Ia berharap perhatian pemerintah pusat terhadap produk kreatif Tanimbar dapat menjadi momentum bagi pelaku UMKM lokal untuk meningkatkan kualitas produk, memperluas pasar, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Ratuanak optimistis Tanimbar memiliki banyak sumber daya kreatif yang apabila dikelola secara serius dan berkelanjutan dapat menjadi kekuatan ekonomi baru bagi daerah.
“Semoga UMKM bisa naik kelas di Tanimbar karena ada yang kreatif dan mengembangkan dengan tekun dan berkreasi,” pungkasnya.
Pengembangan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal tersebut diharapkan tidak hanya menghasilkan produk bernilai ekonomi, tetapi sekaligus memperkuat identitas budaya Tanimbar dan menjaga kekayaan alam sebagai warisan bagi generasi mendatang.(JM-ES).
