JURNALMALUKU – Dugaan kasus kekerasan yang melibatkan salah satu guru di SD Teladan Kota Ambon akhirnya diselesaikan secara damai melalui Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang difasilitasi oleh Komisi II DPRD Kota Ambon.
RDP tersebut digelar menyusul laporan dari orang tua murid terkait dugaan tindakan kekerasan terhadap anaknya. Menindaklanjuti laporan tersebut, Komisi II DPRD Kota Ambon segera mengundang pihak orang tua, guru yang bersangkutan, serta Dinas Pendidikan Kota Ambon guna mencari solusi bersama. Pertemuan berlangsung di ruang paripurna DPRD Kota Ambon pada Rabu (01/04/2026).
Rapat dipimpin langsung oleh Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Ambon, Desy Kosita Hallauw, didampingi seluruh anggota Komisi II. Kegiatan ini merupakan bagian dari fungsi pengawasan DPRD terhadap kinerja mitra kerja, khususnya di sektor pendidikan.

Dalam jalannya rapat, suasana sempat berlangsung alot dan memanas. Kedua belah pihak, yakni orang tua murid dan pihak sekolah, awalnya saling mempertahankan pendapat masing-masing. Persoalan ini bermula dari dugaan tindakan kekerasan yang dilakukan oleh guru terhadap seorang siswa, yang kemudian memicu kesalahpahaman di antara kedua pihak.
Namun demikian, melalui pendekatan yang bijak dan komunikatif, Desy Hallauw berhasil meredam ketegangan. Ia menekankan pentingnya menjunjung tinggi nilai-nilai pendidikan, komunikasi yang sehat, serta perlindungan terhadap anak sebagai prioritas utama.

“Dunia pendidikan harus menjadi ruang yang aman dan nyaman bagi anak untuk belajar dan berkembang sebagai generasi penerus bangsa,” tegasnya dalam rapat tersebut.
Setelah melalui proses dialog yang panjang, kedua belah pihak akhirnya sepakat untuk menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan. Orang tua murid dan pihak guru saling memaafkan serta berkomitmen untuk menjaga komunikasi yang baik ke depan demi kepentingan pendidikan anak.
Rapat tersebut juga dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Ambon, pihak sekolah, serta orang tua murid yang bersangkutan.
Dengan berakhirnya persoalan ini secara damai, Komisi II DPRD Kota Ambon berharap kejadian serupa tidak terulang kembali. Semua pihak didorong untuk terus mengedepankan komunikasi yang efektif serta pendekatan edukatif dalam menyelesaikan setiap permasalahan di lingkungan pendidikan. (JM–AL).


