JURNALMALUKU – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Unit Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Pattimura menggelar Rapat Evaluasi, Pembahasan, dan Penetapan Program Kerja Tahun 2026 pada Jumat (13/2), bertempat di lingkungan fakultas tersebut.
Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk meninjau capaian program kerja tahun 2025 sekaligus merumuskan arah kebijakan organisasi pada tahun mendatang.
Ketua DWP FKIP Universitas Pattimura, Prof. Dr. Hermalina Sinay, S.Pd., M.Pd, menjelaskan bahwa sebagian besar program kerja tahun 2025 telah terealisasi dengan baik. Meski demikian, ia mengakui masih terdapat beberapa bidang yang belum sepenuhnya melaksanakan program yang telah direncanakan.
“Evaluasi ini penting agar ke depan setiap bidang dapat memaksimalkan pelaksanaan program sesuai rencana yang telah ditetapkan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Prof. Sinay menegaskan bahwa fokus utama program kerja DWP FKIP tahun 2026 akan diarahkan pada kegiatan yang memberikan dampak langsung bagi anggota, baik dari aspek pendidikan, sosial budaya, maupun ekonomi.
Ia berharap melalui rapat kerja ini, seluruh program yang dirancang tidak hanya terlaksana secara administratif, tetapi juga mampu menghadirkan manfaat nyata bagi anggota Dharma Wanita serta masyarakat luas.
Pada kesempatan yang sama, Ketua DWP Universitas Pattimura, Ny. Sjane Lumoly/Leiwakabessy, S.Pd., M.Pd, dalam sambutannya sekaligus membuka secara resmi kegiatan tersebut, menyampaikan bahwa evaluasi program kerja merupakan kewajiban organisasi yang harus dilakukan secara berkala.
Menurutnya, program kerja DWP mencakup tiga bidang utama, yakni pendidikan, sosial budaya, dan ekonomi. Program yang disusun harus benar-benar memberikan manfaat nyata bagi anggota Dharma Wanita terlebih dahulu, sebelum diperluas dampaknya kepada masyarakat.
Menutup sambutannya, Ketua DWP Universitas Pattimura berharap penyusunan program kerja tahun 2026 mengacu pada hasil evaluasi program tahun 2025 serta berpedoman pada arah kebijakan dan panduan program kerja dari DWP Universitas Pattimura, sehingga program yang dijalankan lebih terarah, terukur, dan berkelanjutan. (JM–AL).

