JURNALMALUKU – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Ekonomi Universitas Pattimura menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada Rektor beserta seluruh civitas akademika Universitas Pattimura Ambon, kepada publik dan masyarakat Maluku, keluarga besar Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), serta organisasi maupun pihak lain yang merasa dirugikan atas peristiwa yang menimbulkan kegaduhan di lingkungan kampus.
Permohonan maaf tersebut disampaikan oleh Ketua Umum HMI Komisariat Ekonomi dan Bisnis Universitas Pattimura, Muhammad Zaki, bersama jajaran pengurus dalam konferensi pers yang digelar pada Sabtu sore, 7 Maret 2026, di Ambon. Pernyataan ini disampaikan sebagai bentuk tanggung jawab moral dan komitmen organisasi dalam menjaga marwah lembaga pendidikan, kehormatan organisasi, serta keharmonisan hubungan antar mahasiswa di lingkungan kampus.
Dalam keterangannya, Zaki menegaskan bahwa Universitas Pattimura merupakan rumah besar bagi seluruh mahasiswa untuk menimba ilmu, membangun intelektualitas, serta menumbuhkan nilai-nilai persaudaraan dan kebersamaan. Oleh karena itu, setiap tindakan yang berpotensi mencoreng nama baik kampus harus menjadi perhatian serius bagi seluruh elemen mahasiswa, termasuk organisasi kemahasiswaan.

Ia juga menegaskan bahwa sebagai bagian dari keluarga besar Universitas Pattimura, HMI Komisariat Ekonomi memiliki komitmen untuk terus menjaga nama baik kampus, menghormati nilai-nilai akademik, serta mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang aman, kondusif, dan penuh semangat intelektual.
Lebih lanjut, Zaki menilai pentingnya merawat persatuan dan kesatuan masyarakat Maluku, khususnya di kalangan generasi muda dan mahasiswa. Menurutnya, Maluku sebagai Bumi Raja-Raja memiliki sejarah panjang mengenai nilai-nilai persaudaraan, kebersamaan, serta semangat “hidup orang basudara” yang harus terus dijaga oleh seluruh elemen masyarakat.
“HMI Komisariat Ekonomi Universitas Pattimura tidak menginginkan adanya peristiwa yang dapat memperkeruh hubungan antar mahasiswa maupun antar organisasi di lingkungan kampus. Karena itu, kami mengajak seluruh pihak untuk menahan diri, mengedepankan dialog, serta bersama-sama menjaga suasana yang damai dan kondusif,” ujar Zaki.
Terkait peristiwa yang terjadi, HMI Komisariat Ekonomi Universitas Pattimura juga menegaskan bahwa organisasi tidak mentolerir tindakan kader yang bertentangan dengan nilai-nilai perjuangan HMI, etika akademik, maupun norma yang berlaku di tengah masyarakat.
Sebagai organisasi kader, HMI memiliki mekanisme dan aturan internal yang jelas dalam menjaga disiplin serta integritas anggotanya. Oleh karena itu, pihak komisariat menegaskan akan menindak tegas kader yang terbukti mencoreng nama baik organisasi sesuai dengan ketentuan dan mekanisme yang berlaku di dalam organisasi.
Langkah tersebut diambil sebagai bentuk komitmen HMI dalam menjaga marwah organisasi sebagai wadah perjuangan yang menjunjung tinggi nilai-nilai keislaman, keindonesiaan, serta tanggung jawab moral dan intelektual di tengah masyarakat.
HMI Komisariat Ekonomi Universitas Pattimura berharap peristiwa ini dapat menjadi pelajaran bersama bagi seluruh kader HMI dan mahasiswa secara umum agar lebih berhati-hati dalam bersikap, menjaga etika, serta mengedepankan semangat persaudaraan dan kedewasaan dalam menyikapi setiap persoalan.
Selain itu, organisasi ini juga mengajak seluruh elemen mahasiswa, organisasi kemahasiswaan, serta civitas akademika Universitas Pattimura untuk bersama-sama menjaga kehormatan kampus, memperkuat solidaritas, serta merawat nilai-nilai persatuan dan kesatuan di tengah masyarakat Maluku.
Di akhir pernyataannya, Zaki kembali menyampaikan permohonan maaf yang tulus kepada Rektor dan seluruh civitas akademika Universitas Pattimura, kepada publik dan masyarakat Maluku, keluarga besar HMI, serta kepada organisasi atau pihak mana pun yang merasa dirugikan atas peristiwa yang terjadi.
“Kami berharap ke depan kita semua dapat terus menjaga keharmonisan, memperkuat semangat intelektualitas, serta merawat persaudaraan di lingkungan kampus dan di tengah masyarakat Maluku sebagai bagian dari komitmen bersama menjaga kedamaian di Bumi Raja-Raja,” tutup Zaki. (JM–AL).

