JURNALMALUKU – Universitas Pattimura (Unpatti) kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Dalam ajang National Open Tournament Pencak Silat Perisai Diri “Satria Airlangga Cup X 2026” yang berlangsung pada 5–8 Februari 2026 di Universitas Airlangga, Surabaya, kontingen Unpatti berhasil meraih sembilan medali.
Dari total sembilan medali tersebut, lima di antaranya merupakan medali emas, dua medali perak, dan dua medali perunggu. Torehan ini menegaskan konsistensi mahasiswa Unpatti dalam mengukir prestasi di bidang olahraga, khususnya pencak silat.
Capaian tersebut secara resmi ditandai dengan prosesi penyerahan simbolis sembilan medali oleh kontingen kepada Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Hubungan Masyarakat, dan Alumni Unpatti, Dr. Nur Aida Kubangun, S.Pd., M.Pd., pada Jumat, 13 Februari 2026. Kegiatan berlangsung di Ruang Kerja Wakil Rektor III Universitas Pattimura.

Dalam kesempatan tersebut, Dr. Nur Aida menyampaikan apresiasi atas kerja keras dan dedikasi mahasiswa yang telah mengharumkan nama universitas di tingkat nasional.
Menurut Dr. Nur Aida, keberhasilan mahasiswa tidak hanya menjadi kebanggaan institusi, tetapi juga berkontribusi langsung terhadap pemenuhan Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi.
Ia menjelaskan bahwa universitas menargetkan partisipasi mahasiswa dalam kegiatan di luar program studi mencapai 30 persen dari total mahasiswa aktif. Keikutsertaan dalam kompetisi nasional seperti ini dinilai mampu mendukung capaian indikator tersebut sekaligus memperluas pengalaman dan jejaring mahasiswa.
“Prestasi ini bukan hanya soal medali, tetapi juga bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam mendukung kinerja institusi,” ujarnya.

Lebih lanjut, Dr. Nur Aida mengusulkan penguatan kelembagaan pencak silat di lingkungan kampus. Ia menyampaikan gagasan agar unit kegiatan mahasiswa (UKM) tidak hanya berfokus pada satu perguruan, melainkan dikembangkan menjadi UKM Pencak Silat yang lebih inklusif.
Dengan konsep tersebut, berbagai perguruan silat yang ada di kampus dapat terwadahi dalam satu organisasi yang terstruktur. Langkah ini dinilai penting untuk memperluas pembinaan, meningkatkan kualitas latihan, serta memperkuat daya saing mahasiswa dalam berbagai ajang kompetisi.
Di akhir penyampaiannya, ia berharap mahasiswa dapat terus berprestasi, menjaga kesehatan selama mengikuti kompetisi, serta secara aktif melaporkan setiap kegiatan kepada pihak kemahasiswaan guna mendukung pendataan dan keberlanjutan capaian indikator kinerja universitas. (JM–AL).

