JURNALMALUKU – Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Pattimura menggelar kegiatan sosialisasi beasiswa bertajuk “Your Future, Our Priority: Scholarship Application Open” dengan tema Wujudkan Impian Kuliah Tanpa Biaya dengan Berbagai Beasiswa Ini. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Rektorat Universitas Pattimura pada Rabu (04/03/2026).
Sosialisasi ini bertujuan memberikan pemahaman kepada mahasiswa mengenai berbagai program beasiswa yang tersedia di lingkungan kampus. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menjelaskan secara komprehensif persyaratan, mekanisme pendaftaran, jadwal seleksi, hingga manfaat yang dapat diperoleh mahasiswa melalui program beasiswa.
Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Kerja Sama dan Alumni FKIP Universitas Pattimura, Anderson L. Palinussa dalam sambutannya menegaskan bahwa berbagai program beasiswa yang tersedia saat ini merupakan peluang strategis yang perlu dimanfaatkan mahasiswa secara maksimal.

Menurutnya, mahasiswa harus mempersiapkan diri dengan meningkatkan prestasi akademik serta memastikan kelengkapan administrasi sebagai syarat utama dalam proses seleksi.
Ia menjelaskan bahwa sejumlah skema beasiswa, termasuk Pertamina Foundation melalui program Beasiswa Pertamina, menerapkan standar seleksi yang cukup ketat, terutama terkait Indeks Prestasi Kumulatif (IPK).
“Mahasiswa dengan IPK minimal 3,5 memiliki peluang besar untuk memperoleh dan mempertahankan beasiswa secara berkelanjutan selama mampu menjaga konsistensi prestasinya,” ungkapnya.
Selain aspek akademik, Prof. Anderson juga mengingatkan mahasiswa agar memastikan validitas dan sinkronisasi data pribadi, khususnya yang berkaitan dengan data kependudukan maupun data pada dinas sosial. Hal ini penting karena ketidaksesuaian data dapat memengaruhi kelayakan mahasiswa dalam menerima beasiswa, terutama pada skema bantuan yang berbasis kondisi ekonomi.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa terdapat beragam jenis beasiswa yang dapat diakses mahasiswa, di antaranya beasiswa afirmasi bagi mahasiswa dari wilayah tertentu, beasiswa dari Bank Indonesia, bantuan pendidikan dari lembaga keagamaan, serta berbagai program dukungan dari lembaga pemerintah maupun sektor swasta. Seluruh program tersebut memiliki persyaratan yang jelas dengan IPK sebagai salah satu indikator utama dalam proses seleksi.
Menutup sambutannya, Prof. Anderson menegaskan bahwa mahasiswa yang ingin memperoleh beasiswa harus mampu membangun kualitas diri secara menyeluruh, tidak hanya dari sisi akademik tetapi juga karakter, kedisiplinan, dan daya saing.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP Universitas Pattimura, Rina Pusparani menjelaskan bahwa sebagian mahasiswa di program studi tersebut telah menjadi penerima KIP Kuliah maupun berbagai beasiswa lainnya.

Namun, dengan jumlah mahasiswa baru yang mencapai 169 orang, masih banyak mahasiswa yang memerlukan informasi yang lebih komprehensif terkait berbagai skema bantuan pendidikan yang tersedia.
Ia menambahkan bahwa Universitas Pattimura saat ini memiliki sekitar 14 jenis program beasiswa yang dapat diakses mahasiswa. Program-program tersebut difasilitasi oleh pimpinan universitas, khususnya melalui Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan.
Karena itu, menurutnya, kegiatan sosialisasi ini menjadi penting agar mahasiswa, khususnya angkatan 2025 dan angkatan lainnya, memahami bahwa peluang beasiswa tidak hanya terbatas pada satu program saja, melainkan tersedia dalam berbagai bentuk yang dapat membantu pembiayaan studi hingga mendukung kebutuhan akademik secara menyeluruh.
Menutup sambutannya, Rina menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan serta Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan FKIP yang telah berkenan hadir dan memberikan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan sosialisasi tersebut. (JM–AL).

