JURNALMALUKU – Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon kembali mencatat sejarah akademik dengan menggelar Wisuda Sarjana, Profesi, dan Magister Periode Januari 2026, yang berlangsung khidmat di Auditorium Universitas Pattimura, Rabu, 26 Januari 2026.
Wisuda kali ini menjadi momentum istimewa karena untuk pertama kalinya dalam sejarah Unpatti, wisuda dilaksanakan pada bulan Januari, sekaligus menandai komitmen universitas dalam meningkatkan efektivitas tata kelola akademik dan mutu lulusan.
Acara wisuda tersebut dihadiri sejumlah pejabat penting, di antaranya Wakil Gubernur Maluku Abdullah Vanath, Penjabat Sekda Maluku Sadli Li, Ketua DPRD Maluku Benhur Watubun, Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena beserta istri, serta unsur Forkopimda Provinsi Maluku dan Kota Ambon.
Sebanyak 1.340 wisudawan dan wisudawati resmi dikukuhkan pada periode ini, yang terdiri dari:
1.289 lulusan Kampus Utama Unpatti,
25 lulusan PSDKU Kabupaten Kepulauan Aru, dan
26 lulusan PSDKU Kabupaten Maluku Barat Daya.
Rektor Universitas Pattimura, Prof. Dr. Fredy Leiwakabessy, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaan atas terselenggaranya wisuda periode Januari 2026.
Ia mengungkapkan bahwa wisuda ini merupakan wisuda Januari pertama sejak Unpatti berdiri, sekaligus bagian dari kebijakan baru universitas yang merencanakan empat kali wisuda dalam satu tahun, yakni pada bulan Januari, April, Juli (bertepatan dengan Dies Natalis), dan Oktober.
“Dengan jumlah mahasiswa aktif yang mencapai kurang lebih 34.000 orang, serta sekitar 6.000 mahasiswa baru setiap tahun, maka rata-rata lulusan Unpatti mencapai sekitar 1.500 orang per periode wisuda,” Ujar Rektor.

Pada wisuda kali ini, Unpatti meluluskan:
958 lulusan Sarjana (S1),
78 lulusan Magister (S2), dan
sekitar 340 lulusan Pendidikan Profesi, termasuk Pendidikan Profesi Guru dan Profesi Dokter.
Rektor menegaskan bahwa tambahan gelar akademik yang disandang para lulusan bukan sekadar simbol, tetapi membawa konsekuensi moral, integritas, dan profesionalisme sebagai insan cendekia.
“Hari ini adalah momentum kemenangan. Wajah-wajah penuh harapan terpancar dari para wisudawan yang telah menuntaskan satu fase perjalanan intelektualnya. Namun, gelar akademik harus dibarengi dengan budi pekerti, integritas, dan tanggung jawab sosial,” tegasnya.
Ia juga mengajak seluruh hadirin untuk memberikan apresiasi kepada orang tua, keluarga, dosen, dan tenaga kependidikan, yang telah menjadi penopang utama keberhasilan para lulusan.
Unpatti Menuju Universitas Unggul dan Bersinar Global
Sejalan dengan visi kepemimpinannya, Rektor menegaskan komitmen Unpatti untuk menjadi “Unpatti Unggul, Bersinar, Menuju World Class University”.
Upaya tersebut diwujudkan melalui tiga fokus utama:
Peningkatan akreditasi unggul dan internasional pada program studi dan institusi,
Penguatan riset berdampak bagi kesejahteraan masyarakat, dan
Kolaborasi lintas perguruan tinggi, dunia usaha, dan industri, baik nasional maupun internasional.
Saat ini, Unpatti telah memiliki 15 program studi dengan akreditasi unggul, serta 5 program studi yang sedang dipersiapkan menuju akreditasi internasional.
Dalam dua tahun terakhir, Unpatti memperoleh izin pembukaan 17 program studi baru, termasuk program doktor, magister, dan sarjana. Dengan demikian, jumlah program studi di Unpatti kini mencapai 115 program studi, dan dalam waktu dekat akan dibuka 6 program studi baru, termasuk program spesialis kedokteran.
Dari sisi sumber daya manusia, Unpatti saat ini memiliki:
1.370 dosen,
95 guru besar aktif,
419 dosen bergelar doktor, dan
786 dosen bergelar magister.
Pada periode Oktober 2025 hingga Januari 2026, sebanyak 8 dosen Unpatti berhasil meraih jabatan Guru Besar, serta 3 calon guru besar yang sedang dalam proses penetapan SK.
Pesan Transformasi Digital untuk Lulusan
Rektor juga menekankan pentingnya transformasi digital yang tidak hanya berfokus pada teknologi, tetapi pada perubahan pola pikir (mindset).
“Di era digital, ijazah mungkin membantu mendapatkan pekerjaan pertama, tetapi kemampuan belajar sepanjang hayat (lifelong learning) yang akan menjaga relevansi di masa depan. Jadikan teknologi sebagai alat menciptakan solusi, bukan sekadar menjadi konsumen inovasi,” pesannya.
Sementara itu, Ketua Senat Universitas Pattimura, Prof. Dr. S. E. M. Nirahua, S.H., M.Hum, saat membuka Rapat Senat Terbuka Luar Biasa, menyampaikan pesan reflektif kepada para wisudawan.
Ia menekankan bahwa keberhasilan wisuda hari ini tidak terlepas dari motivasi diri, dukungan keluarga, dan lingkungan, serta spirit yang kuat dalam menghadapi tantangan hidup.

Pada kesempatan tersebut, Ketua Senat juga menyampaikan duka mendalam atas wafatnya salah satu wisudawan, almarhum Samuel, lulusan S1 Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis, yang ijazahnya diterima oleh orang tua dari Kepulauan Kei.
Di sisi lain, ia menyampaikan apresiasi atas capaian akademik dengan adanya 38 wisudawan berpredikat cum laude, terdiri dari 7 lulusan S1 dan 31 lulusan Magister.
Wisuda periode Januari 2026 juga menjadi wisuda terakhir bagi Prof. Nirahua sebagai Ketua Senat, seiring berakhirnya masa jabatan pada Maret 2026 dan memasuki masa purnabakti sebagai PNS per 1 April 2026.
Ia menutup sambutannya dengan harapan agar Universitas Pattimura tetap menjadi kampus orang basudara yang unggul, berkarakter, berbudaya kepulauan, dan menjadi berkat bagi Maluku serta NKRI.
“Selamat kepada seluruh wisudawan. Hidup harus besar, kuat, luas, dan bermanfaat. Yang sederhana adalah sikap. Apa yang kamu tabur, itulah yang akan kamu tuai,” pungkasnya. (JM–AL).

