JURNALMALUKU – Universitas Pattimura (Unpatti) menerima kunjungan dari Kedutaan Besar Selandia Baru bersama program New Zealand–Maluku Access to Training and Education Scheme (NZMATES) pada Kamis (20/02). Pertemuan berlangsung di Ruang Kerja Rektor Universitas Pattimura dan menjadi momentum penguatan kemitraan pendidikan antara Maluku dan Selandia Baru.
NZMATES merupakan program kerja sama pendidikan antara Pemerintah Selandia Baru dan Pemerintah Provinsi Maluku. Program ini bertujuan meningkatkan akses pendidikan dan pelatihan bagi generasi muda di Maluku, mengembangkan kapasitas sumber daya manusia (SDM), serta mempererat hubungan bilateral antara Selandia Baru dan Indonesia, khususnya dalam bidang pendidikan dan pengembangan masyarakat di wilayah Maluku.
Rektor Universitas Pattimura, Prof. Dr. Fredy Leiwakabessy, M.Pd, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kehadiran para mitra dari Selandia Baru merupakan sebuah kehormatan sekaligus wujud nyata dari kemitraan internasional yang terus berkembang. Ia menegaskan bahwa hubungan kerja sama yang telah terjalin tidak sekadar bersifat seremonial, melainkan mencerminkan komitmen bersama dalam memperkuat kolaborasi akademik dan institusional.

Menurut Rektor, pertemuan tersebut menjadi kesempatan strategis untuk bertukar gagasan, memperluas wawasan, serta merancang langkah-langkah kolaboratif ke depan. Dukungan, diskusi konstruktif, dan pertukaran ide yang berlangsung dinilai memberikan kontribusi penting bagi pengembangan universitas, khususnya dalam mendorong inovasi, keberlanjutan, serta peningkatan mutu akademik.
Ia berharap kemitraan antara Universitas Pattimura dan para mitra dari Selandia Baru semakin erat dan produktif, serta mampu melahirkan berbagai program kerja sama yang berdampak nyata bagi pengembangan pendidikan tinggi, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Sementara itu, Development Counsellor New Zealand, Ms. Katherine Halliburton, menjelaskan bahwa program NZMATES telah berjalan selama tujuh tahun dan kini memasuki fase berikutnya dengan komitmen pendanaan untuk tiga tahun ke depan, disertai peluang perpanjangan lebih lanjut.

Ia menambahkan bahwa fokus utama pada tahap lanjutan ini adalah memperluas akses energi, khususnya bagi wilayah-wilayah di Maluku yang belum terjangkau layanan kelistrikan secara optimal. Implementasi program akan dilakukan melalui kolaborasi dengan para pemangku kepentingan di tingkat daerah serta koordinasi dengan mitra di Jakarta guna memastikan keberlanjutan dan efektivitas pelaksanaan proyek.
Selain agenda terkait energi terbarukan, delegasi Selandia Baru juga memanfaatkan kunjungan tersebut untuk bertemu dengan sejumlah organisasi non-pemerintah (NGO) mitra kerja di Maluku. Di bidang pendidikan, Kedutaan Besar Selandia Baru turut mempromosikan peluang studi pendidikan tinggi di Selandia Baru bagi mahasiswa Indonesia. Setiap tahunnya, sekitar 70 pelajar Indonesia memperoleh kesempatan untuk menempuh studi dan penelitian di Selandia Baru, dengan pembukaan pendaftaran dijadwalkan mulai 1 Maret.
Ms. Halliburton menyampaikan apresiasi atas diskusi yang berlangsung bersama para pimpinan institusi di Maluku. Ia menilai terdapat antusiasme yang kuat dari kedua belah pihak untuk melanjutkan dan memperluas kerja sama, baik dalam bidang energi terbarukan maupun pengembangan sumber daya manusia melalui pendidikan tinggi.
Kegiatan audiensi tersebut diakhiri dengan penyerahan plakat oleh Rektor Universitas Pattimura kepada Development Counsellor New Zealand, serta sesi foto bersama sebagai simbol penguatan hubungan kemitraan kedua belah pihak. (JM–AL).

