JURNALMALUKU – Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), Petrus A. Tunay atau yang akrab disapa As Tunay, mengajak seluruh kader untuk segera memanaskan mesin partai dan memperkuat konsolidasi organisasi hingga ke tingkat akar rumput sebagai langkah strategis menghadapi Pemilihan Umum 2030.

Ajakan tersebut disampaikan As Tunay kepada Media ini, usai Musyawarah Anak Cabang (Musancab) Pimpinan Anak Cabang (PAC) Kecamatan Letti, Moa, dan Lakor yang digelar di Gedung Serbaguna Tiakur, Sabtu (11/7/2026). Menurutnya, Musancab bukan sekadar agenda rutin organisasi, tetapi menjadi momentum memperkokoh struktur partai, mempererat soliditas kader, serta memastikan seluruh jajaran bergerak dalam satu barisan perjuangan.

“Musancab dijalankan sebagai agenda organisasi rutin. Agenda utamanya adalah menetapkan kepengurusan baru di tingkat PAC sekaligus menyusun langkah-langkah strategis partai dalam mengarungi konsolidasi menuju Pemilihan Umum yang akan datang. Konsolidasi sejak dini adalah kunci agar seluruh mesin partai bergerak serentak dan siap menghadapi setiap agenda politik,” ujar As.

Ia menjelaskan, DPD PDI Perjuangan Provinsi Maluku telah menetapkan kepengurusan untuk 14 Pimpinan Anak Cabang melalui Surat Keputusan DPD. Namun, baru tiga PAC yang dikukuhkan, yakni Kecamatan Letti, Moa, dan Lakor. Sementara sebelas PAC lainnya akan dikukuhkan secara bertahap sebagai bagian dari percepatan pembentukan struktur organisasi di seluruh wilayah Kabupaten Maluku Barat Daya.
As juga mengungkapkan bahwa masih terdapat tiga kecamatan yang kepengurusan PAC-nya masih dalam proses pembahasan di tingkat DPD, yakni Kecamatan Wetar Timur, Wetar Utara, dan Babar Timur. “Itu sepenuhnya menjadi hak mutlak DPD. Kami di DPC hanya mengusulkan. Bahkan Surat Keputusan yang tadi dibacakan masih dalam keadaan tersegel saat kami terima. Ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa mekanisme partai, mulai dari pendaftaran hingga fit and proper test, benar-benar berjalan. Siapa pun yang telah ditetapkan wajib menerima keputusan organisasi sebagai bagian dari disiplin partai,” tegasnya.

Lebih lanjut, Ia menekankan bahwa keberadaan struktur partai harus diwujudkan melalui kerja nyata di tengah masyarakat. Menurutnya, PAC merupakan ujung tombak perjuangan PDI Perjuangan yang memiliki tanggung jawab membumikan ideologi partai, mengimplementasikan program-program kerakyatan, sekaligus menjaga kedekatan dengan masyarakat di setiap desa.
“PAC adalah ujung tombak perjuangan partai. Mulailah bergerak memanaskan mesin-mesin partai, bangun komunikasi dengan rakyat, dengarkan aspirasi mereka, dan pastikan program-program partai benar-benar hidup di tengah masyarakat. Konsolidasi tidak boleh berhenti di ruang rapat, tetapi harus diwujudkan melalui kerja nyata di akar rumput,” pesannya.

As juga mengajak seluruh petugas partai, mulai dari DPC, PAC hingga ranting, untuk terus menjaga semangat gotong royong dan disiplin organisasi sebagai modal utama meraih kemenangan.
“Saya mengingatkan seluruh petugas partai agar tetap bergotong royong dalam satu barisan perjuangan. Jangan berjalan sendiri-sendiri. Mari rapatkan barisan, panaskan mesin partai, jalankan konsolidasi hingga ke akar rumput, serta persiapkan diri sejak dini untuk menyongsong dan memenangkan Pemilu 2030. Hanya dengan kerja kolektif, disiplin organisasi, dan keberpihakan kepada rakyat, cita-cita perjuangan partai dapat kita wujudkan bersama,” pungkasnya.
Dalam Musancab tersebut, DPD PDI Perjuangan Provinsi Maluku juga menetapkan 14 Ketua PAC, yakni Sarlota Alita Bakker (Moa), Yakop Saleky (Letti), Afons Udiata (Lakor), Yunus July (Marsela), Tutrey Lolkary (Dawelor), Apolos Laurika (Kisar Utara), Robi Haltere (Kisar Selatan), Devianus Agoha (Luang Sermata), Hendrik Lekipera (Romang), Kalep Rahail (Wetar Barat), Paukua Y. Agusthinus (Wetar Selatan), Melkisedek Tiotor (Wetang), Hengky Onareli (Babar Barat), dan Ribinson Pakniany (Damer). (JM-EA).