JURNALMALUKU – Dewan Pimpinan Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI Maluku) menyatakan dukungan dan apresiasi terhadap pelaksanaan seminar yang digagas oleh Yayasan Walang Perempuan bersama jaringan masyarakat sipil dalam rangka memperingati International Women’s Day tahun 2026.
Kegiatan yang mengangkat tema “Penguatan Peran Lembaga Adat dan Keagamaan dalam Perlindungan Perempuan dan Anak di Provinsi Maluku” ini dinilai sebagai langkah konstruktif dalam membangun kesadaran bersama serta memperkuat kolaborasi berbagai pihak dalam upaya perlindungan perempuan dan anak di daerah.
Fungsionaris DPD KNPI Maluku, Sally Amanda Anthonio, menyampaikan bahwa seminar tersebut menjadi ruang dialog yang penting untuk mempertemukan berbagai perspektif, baik dari tokoh adat, tokoh agama, pemerintah, maupun organisasi masyarakat sipil.
Menurutnya, dalam konteks masyarakat Maluku yang kaya dengan nilai adat dan religiusitas yang kuat, peran lembaga adat dan keagamaan memiliki posisi strategis dalam membangun budaya yang menghormati martabat perempuan dan melindungi anak-anak dari berbagai bentuk kekerasan.
“DPD KNPI Maluku memandang kegiatan ini sebagai langkah positif dalam memperkuat komitmen kolektif masyarakat. Sinergi antara nilai adat, ajaran keagamaan, dan perangkat hukum negara sangat penting untuk menciptakan sistem perlindungan yang lebih efektif dan berpihak kepada korban,” ujar Sally.

Ia menambahkan bahwa generasi muda juga memiliki tanggung jawab moral untuk menjadi bagian dari gerakan sosial yang mendorong lingkungan yang aman, adil, dan inklusif bagi perempuan dan anak.
Melalui forum seperti ini, diharapkan lahir pemahaman bersama serta komitmen lintas sektor untuk memperkuat mekanisme pencegahan, pendampingan korban, hingga penegakan hukum terhadap kasus kekerasan berbasis gender.
DPD KNPI Maluku berharap hasil dari seminar ini tidak hanya berhenti pada diskusi, tetapi dapat menghasilkan rekomendasi strategis yang mendorong penguatan ekosistem perlindungan perempuan dan anak di Maluku, sekaligus memperkuat nilai-nilai kemanusiaan, keadilan, dan penghormatan terhadap hak asasi manusia dalam kehidupan bermasyarakat.
“Ini bukan hanya isu perempuan, tetapi isu kemanusiaan. Ketika perempuan dan anak terlindungi, maka masa depan masyarakat juga akan lebih kuat dan bermartabat,” tutup Sally. (JM–AL).

