JURNALMALUKU – Dua orang nelayan asal Sulawesi Tenggara yang mengalami mati mesin dan hanyut selama beberapa hari di laut, akhirnya berhasil dievakuasi oleh Tim SAR Gabungan menggunakan KN SAR Bharata, Kamis (19/03/2026).
Kedua nelayan tersebut diketahui berangkat menggunakan longboat pada 7 Maret 2026 sekitar pukul 02.00 dini hari dari Pulau Wakatobi menuju Pulau Moromaho dengan tujuan membuat kopra. Selanjutnya, pada 13 Maret 2026, keduanya melanjutkan perjalanan dari Pulau Moromaho menuju Pulau Binongko. Namun nahas, keduanya tidak pernah tiba di tujuan dan dinyatakan hilang.
Pada 17 Maret 2026, Pos SAR Wakatobi menerima laporan dari pihak keluarga korban dan segera melaksanakan operasi pencarian. Meski telah dilakukan upaya pencarian, tim belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban.

Kemudian pada 18 Maret 2026, Kantor SAR Kendari melakukan koordinasi dengan Kantor SAR Ambon guna bantuan pemapelan kepada Stasiun Radio Pantai (SROP) Ambon terkait kejadian kecelakaan laut tersebut.
Kabar baik datang pada 19 Maret 2026 sekitar pukul 11.15 WIT. Kantor SAR Ambon menerima informasi dari Bapak Ali, anggota Brimob Polda Sulawesi Tenggara, yang melaporkan bahwa kedua nelayan tersebut telah ditemukan oleh nelayan setempat dalam keadaan selamat. Keduanya kemudian dievakuasi menuju Pulau Nusalaut, Kabupaten Maluku Tengah.
Menindaklanjuti laporan tersebut, pada pukul 11.30 WIT, Kepala Kantor SAR Ambon yang saat itu tengah bersama Tim Patroli Siaga SAR Khusus Lebaran di Posko Mandiri Basarnas Pelabuhan Tulehu, segera bergerak menuju Pulau Nusalaut menggunakan KN SAR Bharata. Jarak tempuh operasi mencapai kurang lebih 30,33 nautical mile.

Sekitar pukul 13.25 WIT, KN SAR Bharata tiba di Pulau Nusalaut dan langsung dilakukan proses penjemputan terhadap kedua korban oleh Tim SAR Gabungan. Selanjutnya, pada pukul 14.27 WIT, seluruh korban berhasil dievakuasi ke atas KN SAR Bharata untuk dibawa menuju Pelabuhan Tulehu.
Kepala Kantor SAR Ambon, Muhamad Arafah, menyampaikan bahwa keberhasilan operasi ini merupakan hasil koordinasi lintas sektoral yang solid.

“Melalui koordinasi lintas sektoral antara Kantor SAR Kendari, Polda Sulawesi Tenggara, dan Kantor SAR Ambon, alhamdulillah Tuhan Yang Maha Esa mendengar doa kita semua sehingga kedua korban berhasil ditemukan oleh nelayan Desa Abubu dalam keadaan selamat. Saat ini seluruh korban masih bersama kami, dan berdasarkan hasil koordinasi dengan keluarga di Sulawesi Tenggara, pada dini hari 20 Maret 2026 Kantor SAR Ambon akan membantu pemberangkatan kedua korban menggunakan KM Cirimai menuju daerah asal,” jelasnya.
Data Korban:
La Ode Johori (52/L)
La Kasirudin (34/L)
Dengan ditemukannya kedua korban dalam kondisi selamat, Operasi SAR secara resmi dinyatakan selesai dan ditutup. Seluruh unsur Potensi SAR yang terlibat dikembalikan ke satuannya masing-masing dengan ucapan terima kasih atas dedikasi dan kerja sama yang telah diberikan. (JM–AL).


