JURNALMALUKU – Gerakan Mahasiswa Maluku Barat Daya (GEMA MBD) menggelar perayaan Dies Natalis ke-14 dengan mengusung tema “Berakar Budaya, Bergerak Membangun MBD”. Kegiatan ini berlangsung di Aula PGSD pada Senin (23/03/2026) dan dihadiri oleh pembina, pengurus, serta mahasiswa asal Maluku Barat Daya.
Acara diawali dengan ibadah bersama sebagai bentuk ungkapan syukur kepada Tuhan atas perjalanan panjang organisasi. Suasana semakin semarak dengan penampilan berbagai tarian khas Maluku Barat Daya yang mencerminkan kekayaan budaya serta identitas daerah.

Dalam sambutannya, Pembina GEMA MBD, Prof. Jacobus W. Mosse, menyampaikan rasa syukur atas eksistensi organisasi yang telah memasuki usia 14 tahun. Ia menegaskan bahwa masyarakat Maluku Barat Daya bukanlah masyarakat yang lemah, melainkan pribadi-pribadi yang tangguh dan mampu bertahan dalam berbagai situasi.

“Kita harus bersyukur karena 14 tahun lalu GEMA MBD dibentuk. Saya bangga melihat mahasiswa MBD yang terus berkembang. Jangan pernah merasa diri miskin, karena orang MBD adalah orang yang tahan banting. Merantau untuk belajar, menjadi lebih baik, tetapi jangan pernah melupakan budaya kita,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum GEMA MBD, Krisandy Patrik Laurika, dalam sambutannya menekankan pentingnya solidaritas, komunikasi, dan dukungan antar sesama anggota organisasi. Ia juga mengapresiasi peran pembina dan senior yang terus memberikan arahan dan motivasi bagi pengurus.

Ia menyampaikan bahwa keberlangsungan organisasi tidak lepas dari kerja sama seluruh elemen, baik pengurus, anggota, maupun para pembina. Selain itu, GEMA MBD diharapkan terus menjadi wadah intelektual yang mampu merespons berbagai persoalan yang terjadi di Maluku Barat Daya.
“Tanpa pembina dan dukungan semua pihak, kami sebagai pengurus tidak mampu menjalankan organisasi ini dengan baik. GEMA MBD harus tetap menjadi garda terdepan dalam menyuarakan kepentingan masyarakat serta memberikan kontribusi nyata bagi daerah,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia juga mengajak seluruh mahasiswa untuk terus aktif berdiskusi, membangun gagasan, serta berkontribusi dalam pembangunan daerah, baik melalui forum diskusi publik maupun gerakan sosial.
Menutup sambutannya, Ketua Umum menegaskan bahwa usia 14 tahun merupakan fase penting dalam perkembangan organisasi. Meski masih tergolong muda, GEMA MBD telah melahirkan banyak kader yang berkiprah di berbagai bidang, termasuk pemerintahan dan politik.

Perayaan Dies Natalis ini tidak hanya menjadi momentum refleksi perjalanan organisasi, tetapi juga sebagai penguatan komitmen bersama untuk terus menjaga nilai budaya serta berkontribusi dalam pembangunan Maluku Barat Daya ke depan.
Harapan ke depan, GEMA MBD diharapkan semakin solid, progresif, dan mampu menjadi motor penggerak perubahan yang berakar pada nilai-nilai budaya lokal, demi terwujudnya masyarakat Maluku Barat Daya yang maju, mandiri, dan sejahtera. (JM–AL).


