JURNALMALUKU – Petugas lapangan Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) terus berjibaku menjaga pasokan air bersih bagi masyarakat di Kecamatan Kisar Selatan, meski dihadapkan pada tantangan geografis yang tidak ringan. Medan distribusi yang menanjak hingga keterbatasan infrastruktur menjadi keseharian para “tukang ledeng” di Kantor Cabang Perumdam Tirta Kalwedo di Desa Wonreli.

Cabang Wonreli saat ini mengandalkan tiga sumber air untuk melayani lebih dari 900 pelanggan, terdiri dari dua sumur galian di Desa Wonreli dan satu sumur bor di Desa Oirata Barat. Sistem distribusi dilakukan dengan kombinasi pemompaan langsung dan penyaluran melalui bak reservoir di sejumlah titik, seperti Eiwuri dan Abusur.
Kepala Urusan Teknik, Fredy Laudiun dalam keterangannya kepada media ini, Rabu (29/04/26), bertempat di Ruang Kerja kantor Cabang Perumdam TK Wonreli, menjelaskan bahwa kondisi medan yang curam menjadi faktor utama yang memengaruhi kelancaran distribusi air ke pelanggan. Meski demikian, terdapat faktor alam yang turut membantu peningkatan layanan.
“Pada dua sumur galian di Wonreli, produksi air sangat terbantu saat curah hujan tinggi. Debit air meningkat dan ini sangat membantu proses pendistribusian ke pelanggan,” ujarnya.

Seluruh pompa yang digunakan masih bergantung pada pasokan listrik dari PLN. Khusus sumur bor di Oirata Barat, operasional turut didukung panel surya yang digunakan secara bergantian.
Dari sisi pelayanan, Kaur Umum dan Keuangan, Petrosina Laurika, mengungkapkan bahwa keluhan pelanggan umumnya terkait kecilnya debit air, terutama bagi pelanggan yang berada jauh dari sumber.

“Keluhan paling sering adalah air yang mengalir kecil, khususnya di wilayah yang jauh dari sumur. Tambahan pompa akan sangat membantu mengatasi ini,” jelasnya.
Perumdam berharap adanya penambahan unit pompa di setiap sumber air serta penyediaan jalur listrik khusus untuk sumur di Oirata Barat agar tidak terganggu jaringan umum. Di sisi lain, pelanggan juga diimbau memahami kondisi geografis wilayah pelayanan yang menantang.
Dengan berbagai keterbatasan tersebut, para petugas tetap berupaya maksimal menjaga distribusi air bersih agar tetap menjangkau masyarakat Wonreli dan sekitarnya. (JM-EA).

