JURNALMALUKU – Langkah Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah dalam mendorong hilirisasi sektor pertanian, khususnya komoditas kelapa di kawasan Teluk Elpaputih, mendapat apresiasi dari Fungsionaris DPD KNPI Maluku, Basyir Tuhepaly.
Menurut Basyir, kebijakan tersebut menjadi bukti keseriusan pemerintah daerah dalam mengelola potensi lokal secara produktif dan berkelanjutan. Bersama DPD KNPI Maluku yang dinakhodai Arman Kalean Lessy, pihaknya menyatakan dukungan penuh terhadap agenda pembangunan berbasis potensi daerah tersebut.
“Program hilirisasi kelapa ini merupakan langkah strategis yang perlu didukung bersama. Ini bukan hanya soal produksi, tetapi juga bagaimana meningkatkan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat,” ujar Basyir.
Ia menilai target produksi 300 ribu butir kelapa per hari yang dicanangkan Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah bukan sekadar ambisi, melainkan arah baru pembangunan pertanian yang lebih modern dan berorientasi pada penguatan ekonomi daerah.
Melalui konsep hilirisasi, komoditas kelapa diharapkan tidak lagi hanya dijual sebagai bahan mentah, tetapi dapat diolah menjadi berbagai produk bernilai ekonomi tinggi yang mampu membuka lapangan kerja baru serta meningkatkan pendapatan masyarakat.
Pengembangan kawasan Teluk Elpaputih sebagai sentra pertanian dan pengolahan kelapa juga dinilai sebagai langkah yang terencana dan visioner. Kawasan tersebut diproyeksikan menjadi pusat produksi kelapa terintegrasi yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi baru di Maluku Tengah.
Sebagai representasi pemuda, Basyir menegaskan bahwa hilirisasi sektor pertanian membuka ruang besar bagi generasi muda untuk terlibat aktif dalam pembangunan daerah. Ia berharap KNPI Maluku dapat menjadi motor penggerak keterlibatan pemuda, baik sebagai pelaku usaha, tenaga kerja produktif, maupun inovator di sektor pertanian berbasis teknologi.
Meski demikian, ia mengingatkan pentingnya pengawalan serius terhadap implementasi program tersebut. Menurutnya, tantangan seperti keterbatasan infrastruktur, akses teknologi, hingga kepastian pasar harus menjadi perhatian utama agar program dapat berjalan optimal.
“Kebijakan besar seperti ini membutuhkan dukungan infrastruktur dan pengawasan yang konsisten. Dengan begitu, target yang telah dicanangkan dapat benar-benar tercapai dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” katanya.
Basyir juga mengapresiasi kepemimpinan Zulkarnain Awat Amir yang dinilai memiliki visi kuat dalam mendorong hilirisasi kelapa sebagai sektor unggulan daerah. Kebijakan tersebut dianggap berpihak pada sektor riil yang langsung menyentuh kehidupan masyarakat, khususnya para petani.
Ia berharap program hilirisasi kelapa di Teluk Elpaputih dapat menjadi momentum kebangkitan ekonomi daerah berbasis potensi lokal. Dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah dan pemuda, Maluku Tengah diyakini memiliki peluang besar untuk tumbuh menjadi daerah yang mandiri, inklusif, dan berdaya saing. (JM–AL).

