GMKI Wilayah XI Maluku Dukung Groundbreaking Blok Masela, Minta Presiden Prioritaskan Masyarakat Lokal

JM AL
JM AL

JURNALMALUKU – Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Wilayah XI Maluku menyatakan dukungan terhadap rencana kehadiran Presiden Prabowo Subianto dalam agenda peletakan batu pertama (groundbreaking) Proyek Blok Masela. Organisasi tersebut menilai momentum itu sebagai tonggak penting bagi percepatan pembangunan di Maluku, khususnya bagi masyarakat di Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) dan Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT).

Koordinator Wilayah XI Maluku, Yandri Y. Porumau, mengatakan keberhasilan Proyek Blok Masela tidak hanya diukur dari besarnya nilai investasi maupun kontribusinya terhadap produksi energi nasional, tetapi juga dari sejauh mana proyek strategis tersebut mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang berada di wilayah terdampak langsung.

Menurutnya, masyarakat Maluku, terutama di Kabupaten Maluku Barat Daya dan Kabupaten Kepulauan Tanimbar, harus menjadi prioritas utama dalam setiap kebijakan pengembangan proyek.

“GMKI Wilayah XI Maluku mendukung penuh pelaksanaan groundbreaking Blok Masela. Namun kami berharap Presiden Prabowo Subianto memastikan bahwa masyarakat Maluku, terutama masyarakat Kabupaten Maluku Barat Daya dan Kabupaten Kepulauan Tanimbar, menjadi prioritas utama dalam setiap kebijakan pengembangan proyek ini. Jangan sampai daerah yang berada paling dekat dengan Blok Masela justru tidak memperoleh manfaat yang adil,” tegas Yandri.

GMKI Wilayah XI Maluku juga meminta pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta seluruh pemangku kepentingan untuk menjamin keterlibatan masyarakat lokal melalui berbagai kebijakan afirmatif. Di antaranya, memberikan prioritas bagi tenaga kerja lokal, memberdayakan UMKM dan pelaku usaha daerah, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia melalui pendidikan dan pelatihan, serta membuka peluang usaha yang lebih luas bagi masyarakat Maluku.

Selain itu, organisasi tersebut menekankan pentingnya perlindungan terhadap hak-hak masyarakat adat, menjaga kelestarian lingkungan hidup, serta menjunjung tinggi prinsip transparansi dalam seluruh tahapan pelaksanaan proyek.

Yandri menilai kehadiran Presiden dalam peletakan batu pertama Proyek Blok Masela harus menjadi simbol dimulainya pembangunan yang berkeadilan, inklusif, dan berpihak kepada masyarakat lokal.

Ia berharap Blok Masela mampu menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi di kawasan selatan Maluku sekaligus memperkecil kesenjangan pembangunan yang selama ini masih dirasakan masyarakat di Kabupaten Maluku Barat Daya dan Kabupaten Kepulauan Tanimbar.

“Harapan kami sederhana, jangan biarkan masyarakat Maluku hanya menjadi penonton di tanahnya sendiri. Mereka harus menjadi pelaku utama dan penerima manfaat utama dari proyek strategis nasional ini. Dengan demikian, Blok Masela benar-benar menjadi simbol keadilan pembangunan bagi Maluku dan Indonesia,” tutup Yandri Y. Porumau. (JM– AL).

Sebarkan artikel ini
Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Silahkan gunakan tombol share untuk membagi berita.