JURNALMALUKU – Pemerintah Kecamatan Nusaniwe menggelar Lomba Jukulele tingkat kecamatan sebagai ajang seleksi menuju Lomba Jukulele Tingkat Kota Ambon yang dijadwalkan berlangsung pada 31 Agustus 2026 mendatang.
Kegiatan yang berlangsung di Katolik Center, Kamis (13/8/2026), tersebut berlangsung meriah dan mendapat antusiasme dari para peserta. Dari 11 grup yang mendaftar, sebanyak 8 grup tampil dan berkompetisi menunjukkan kemampuan terbaik mereka dalam memainkan alat musik jukulele.
Camat Nusaniwe, Quraisin Tuhuteru, S.STP., M.Si., mengapresiasi penampilan para peserta. Menurutnya, lomba tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi ruang untuk mengembangkan bakat dan kecintaan generasi muda terhadap musik jukulele.
Ia menilai para peserta menunjukkan kualitas bermusik yang baik, khususnya dalam teknik memainkan jukulele yang telah lama menjadi bagian dari kehidupan budaya masyarakat Maluku.
“Keinginan kami adalah kualitas penyelenggaraan terus ditingkatkan, supaya bakat-bakat di Kecamatan Nusaniwe semakin terasah dan berkembang,” tegas Tuhuteru.
Camat menjelaskan, jumlah peserta tahun ini sedikit berkurang dibandingkan tahun sebelumnya. Salah satu faktor yang memengaruhi kondisi tersebut adalah waktu penyampaian informasi lomba yang relatif lebih singkat.
Meski demikian, menurutnya, antusiasme anak-anak untuk mengikuti lomba tetap luar biasa. Karena itu, Kecamatan Nusaniwe berkomitmen memperbaiki pola penyebaran informasi agar pada pelaksanaan berikutnya dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas.
“Kami juga menyadari bahwa penyebaran informasi perlu diperbaiki agar lebih efektif dan dapat menjangkau seluruh masyarakat. Dengan begitu, ke depan partisipasi bisa semakin luas dan kualitas peserta semakin baik,” ujarnya.
Selain itu, Tuhuteru mengapresiasi peningkatan insentif yang diberikan pada pelaksanaan lomba tahun ini. Ia berharap dukungan tersebut dapat terus ditingkatkan sehingga semakin memotivasi generasi muda untuk mencintai sekaligus melestarikan jukulele sebagai bagian dari kekayaan budaya Maluku.
Secara resmi, Juara 1 dan Juara 3 dalam Lomba Jukulele Kecamatan Nusaniwe ditetapkan untuk mewakili Kecamatan Nusaniwe pada Lomba Jukulele Tingkat Kota Ambon yang akan berlangsung pada 31 Agustus 2026.
Tuhuteru berharap peserta yang terpilih dapat memanfaatkan waktu yang tersedia untuk berlatih secara maksimal sehingga mampu memberikan penampilan terbaik pada tingkat kota.
“Kami berharap anak-anak yang terpilih dapat berlatih dengan tekun, sehingga nantinya bisa memberikan penampilan terbaik, mengharumkan nama Kecamatan Nusaniwe dan menjadi duta budaya yang membanggakan,” harapnya.
Menurutnya, lomba jukulele bukan sekadar kegiatan perlombaan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mempertahankan jukulele sebagai simbol kebersamaan dan identitas budaya Maluku, khususnya di kalangan generasi muda.
Kecamatan Nusaniwe, lanjutnya, akan terus memberikan dukungan terhadap pengembangan musik jukulele dan berbagai potensi seni budaya lainnya. Upaya tersebut diharapkan dapat ikut memperkuat Ambon sebagai Kota Musik, bukan hanya dari sisi predikat, tetapi melalui aktivitas seni dan musik yang terus hidup, berkembang, dan melibatkan generasi muda.
Dengan semangat tersebut, Lomba Jukulele Kecamatan Nusaniwe diharapkan menjadi agenda budaya yang dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dan semakin meriah setiap tahunnya, dengan dukungan lebih luas dari masyarakat serta seluruh elemen terkait. (JM–AL).
