JURNALMALUKU – Nama Mayor Jenderal TNI Dody Triwinarto, S.I.P., M.Han., kini dikenal sebagai salah satu perwira tinggi TNI Angkatan Darat yang dipercaya mengemban sejumlah jabatan strategis. Putra kelahiran Kota Medan, Sumatera Utara, 22 Desember 1974 itu, menapaki perjalanan panjang pengabdian sebagai prajurit hingga dipercaya memimpin Kodam XV/Pattimura.
Dody Triwinarto mengawali pendidikan formalnya di SMP Negeri 10 Medan, kemudian melanjutkan pendidikan di SMA Negeri 4 Medan. Setelah menyelesaikan pendidikan menengah, ia memilih mengabdikan diri melalui jalur militer dan menempuh pendidikan Akademi Militer (Akmil).
Ia merupakan alumni Akmil 1996. Perjalanan kariernya sebagai perwira TNI Angkatan Darat kemudian berkembang melalui berbagai penugasan, baik di satuan tempur, kewilayahan maupun dalam sejumlah jabatan strategis di lingkungan TNI AD.
Pada awal pengabdiannya, Dody Triwinarto berkecimpung di satuan Infanteri Raider, satuan yang memiliki karakteristik mobilitas tinggi serta kesiapan dalam menghadapi berbagai bentuk penugasan dan medan operasi.
Kariernya terus berkembang. Ia pernah dipercaya menduduki sejumlah jabatan komando, di antaranya sebagai Komandan Batalyon Infanteri Raider 700 di Makassar hingga Komandan Kodim 1402/Polman.
Jenjang pengabdiannya kemudian berlanjut ke sejumlah jabatan strategis di tingkat komando yang lebih tinggi, termasuk Waasops Kodam VII/Wirabuana, Komandan Brigif 7/Rimba Raya, Kainfolahta Kodam XVII/Cenderawasih, hingga Asisten Operasi Kasdam Jaya.
Dalam perjalanan karier teritorialnya, Dody Triwinarto juga dipercaya memimpin Korem 023/Kawal Samudera di Sibolga dan Korem 132/Tadulako di Palu.
Saat memimpin Korem 132/Tadulako, kiprahnya tidak hanya berkaitan dengan pembinaan satuan dan tugas kewilayahan, tetapi juga membangun komunikasi serta kedekatan dengan masyarakat.
Berbagai kegiatan yang dilaksanakan Korem 132/Tadulako di bawah kepemimpinannya mencakup bidang ketahanan pangan, TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD), serta berbagai kegiatan sosial dan pembinaan masyarakat.
Sejumlah sumber juga mencatat keterlibatan Dody Triwinarto dalam rangkaian operasi penanganan kelompok teror di Poso. Saat bertugas dalam Satgas Tinombala, ia tercatat sebagai Komandan Satuan Tugas TNI dan terlibat dalam pelaksanaan operasi di wilayah tersebut.
Pengalamannya di Poso menjadi bagian penting dari perjalanan pengabdiannya dalam menjalankan tugas keamanan di wilayah yang memiliki tingkat kompleksitas tinggi. Saat menjabat Danrem 132/Tadulako, Dody juga beberapa kali menyampaikan pentingnya mengenang perjuangan para prajurit yang gugur dalam operasi menjaga keamanan dan kedaulatan NKRI di Poso.
Salah satu penugasan strategis yang kemudian menonjol dalam perjalanan karier Dody Triwinarto adalah ketika ia dipercaya memimpin Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan atau Satgas Garuda PKH.
Penugasan tersebut menempatkannya dalam salah satu agenda strategis negara terkait penertiban penggunaan kawasan hutan, termasuk penanganan berbagai bentuk penyalahgunaan kawasan hutan untuk kegiatan perkebunan dan pertambangan.
Dalam pelaksanaan tugas tersebut, Satgas PKH melakukan inventarisasi, verifikasi, penertiban serta pengembalian fungsi kawasan hutan sesuai ketentuan yang berlaku.
Sejumlah capaian Satgas PKH kemudian menjadi bagian dari rekam jejak Dody Triwinarto dalam menjalankan tugas strategis yang bersentuhan langsung dengan kepentingan negara dan pengelolaan sumber daya alam.
Puncak perjalanan kariernya di lingkungan TNI AD kembali berlanjut ketika Mayor Jenderal TNI Dody Triwinarto dipercaya mengemban amanah sebagai Panglima Kodam XV/Pattimura.
Sejak 6 Maret 2026, Dody Triwinarto resmi mengemban tugas sebagai Pangdam XV/Pattimura, memimpin satuan kewilayahan TNI AD yang memiliki wilayah tanggung jawab di Maluku dan Maluku Utara.
Kepercayaan tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjang seorang prajurit yang sejak awal kariernya ditempa melalui berbagai penugasan, mulai dari satuan tempur, komando kewilayahan, operasi keamanan hingga jabatan strategis di tingkat komando.
Di balik ketegasan seorang perwira tinggi TNI, terdapat sosok keluarga yang senantiasa menjadi sumber dukungan dan doa dalam setiap langkah pengabdiannya.
Dody Triwinarto bersama sang istri, Ny. Dian Nazulia, S.Psi., telah dikaruniai tiga orang anak.
Bagi seorang prajurit yang menjalani perjalanan panjang dalam dunia militer, keluarga menjadi salah satu fondasi penting dalam menjaga keseimbangan kehidupan, integritas, kehormatan serta semangat untuk terus menjalankan tugas dan pengabdian kepada bangsa dan negara.
Dari Kota Medan, perjalanan seorang anak bernama Dody Triwinarto kemudian berkembang menjadi perjalanan panjang seorang prajurit TNI Angkatan Darat. Berbagai penugasan yang dilaluinya menjadi bagian dari proses hingga akhirnya dipercaya mengemban amanah sebagai Pangdam XV/Pattimura.
Kini, amanah tersebut menjadi babak baru dalam pengabdiannya untuk menjaga keamanan, kedaulatan dan kepentingan masyarakat di wilayah Maluku dan Maluku Utara. (JM– AL).