JURNALMALUKU – Upaya meningkatkan kualitas produksi, nilai jual, serta jangkauan pemasaran produk usaha mikro di Maluku terus dilakukan melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM).
Salah satunya melalui kegiatan “PKM Good Manufacturing Practices, Penguatan Branding dan Pemasaran Digital pada Kelompok Usaha Kue Kenari Mama Eba di Desa Haruku, Pulau Haruku”, yang dilaksanakan pada Jumat, 4 September 2026, pukul 09.00 WIT.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya bidang Pengabdian Kepada Masyarakat, serta dilaksanakan melalui Hibah Lembaga Pengabdian Masyarakat Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM) Tahun 2026.
Kelompok usaha yang menjadi mitra dalam kegiatan ini adalah Kue Kenari Mama Eba, yang dikelola oleh Baseba Latuharhary, atau yang akrab disapa Mama Eba. Kelompok UMKM tersebut memiliki anggota sebanyak 10 orang.

Dalam pelaksanaan PKM tersebut, tim mengidentifikasi sejumlah permasalahan prioritas yang dihadapi kelompok usaha Kue Kenari Mama Eba.
Pertama, Good Manufacturing Practices (GMP) belum diterapkan secara optimal berdasarkan pedoman CPPOB (Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik) dan pendekatan K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja).
Hal tersebut mencakup proses produksi, aspek higiene dan sanitasi, tata letak ruang produksi, pengendalian mutu, hingga keamanan pangan yang masih perlu ditingkatkan.
Kedua, produk Kue Kenari Mama Eba masih perlu diperkuat dari sisi branding dan identitas produk. Sebelumnya, produk tersebut belum memiliki logo, identitas visual, desain kemasan yang menarik maupun label produk yang mampu mencerminkan karakter Kue Kenari sebagai salah satu produk khas Desa Sameth, Pulau Haruku.
Kondisi tersebut membuat produk relatif sulit dibedakan dari produk sejenis dan daya tariknya di pasar masih perlu ditingkatkan.
Ketiga, pemasaran produk masih dilakukan secara konvensional atau dari mulut ke mulut, sehingga pemanfaatan media digital sebagai sarana promosi dan pemasaran belum dilakukan secara maksimal.
Untuk menjawab persoalan tersebut, tim PKM memberikan sejumlah solusi melalui sosialisasi, pelatihan, simulasi dan pendampingan.

Pada aspek produksi, tim memberikan sosialisasi GMP dan simulasi penerapan GMP berdasarkan pedoman CPPOB serta K3.
Materi GMP berdasarkan pedoman CPPOB disampaikan oleh Yonette Maya Tupamahu, S.P., M.P., sementara materi K3 disampaikan oleh Ns. Olivia Talahatu, S.Kep., M.Kep.
Selanjutnya, untuk memperkuat identitas produk, diberikan sosialisasi dan pelatihan pembuatan paket branding berbasis teknologi, khususnya pembuatan logo dan desain kemasan.
Sementara pada aspek pemasaran, peserta mendapatkan pelatihan dan pendampingan pemasaran berbasis digital, meliputi pengenalan dasar pemasaran, pembuatan konten, penulisan hashtag, cara menerima pesanan, merespons pembeli, mencatat pesanan, teknik pengambilan foto produk hingga pembuatan video.
Materi branding dan pemasaran digital tersebut diberikan oleh Ns. Olivia Talahatu, S.Kep., M.Kep.
Kegiatan PKM ini melibatkan empat orang, terdiri dari dua dosen dan dua mahasiswa.
Dua dosen yang terlibat berasal dari Fakultas Kesehatan, Program Studi Keperawatan, serta Fakultas Ekonomi.
Sementara dua mahasiswa yang turut terlibat dalam kegiatan tersebut adalah Rudy Ary Barutressy dan Sintia Picarima.
Keterlibatan dosen dan mahasiswa tersebut menjadi bagian penting dalam proses transfer pengetahuan dan pendampingan kepada kelompok usaha mitra.
Pelaksanaan PKM ini memiliki sejumlah target luaran yang diharapkan dapat memberikan dampak nyata bagi perkembangan usaha Kue Kenari Mama Eba.
Pada aspek GMP, secara kuantitatif ditargetkan tersusunnya sembilan SOP GMP sesuai pedoman CPPOB, yang meliputi:
-SOP Personal Higiene;
-SOP Penerimaan Bahan Baku;
-SOP Penyimpanan Bahan Baku;
-SOP Produksi Kue Kenari;
-SOP Sanitasi dan Ruang Peralatan Produksi;
-SOP Pengemasan Produk;
-SOP Pelabelan Produk;
-SOP Penyimpanan Produk; dan
-SOP Pengendalian Mutu.
Secara kualitatif, mitra diharapkan dapat mengetahui dan memahami prinsip GMP serta keselamatan kerja dengan baik dan benar.
Pada aspek branding, luaran yang dihasilkan berupa paket branding Kue Kenari Mama Eba, yang terdiri dari satu logo brand dan satu desain kemasan.
Melalui kegiatan tersebut, mitra juga diharapkan memahami pentingnya branding sebuah produk serta menjaga konsistensi identitas produk yang dipasarkan.
Sementara pada aspek pemasaran digital, pelatihan difokuskan pada kemampuan dasar yang dapat langsung diterapkan oleh kelompok usaha.
Materi yang diberikan mencakup pengenalan dasar pemasaran digital, pembuatan konten, penulisan hashtag, cara menerima order, merespons pembeli, mencatat pesanan, teknik fotografi produk hingga pembuatan video pendek.
Luaran yang ditargetkan antara lain tersedianya dua akun media sosial aktif sebagai media pemasaran, yakni Facebook dan Instagram.
Selain itu, kelompok usaha juga ditargetkan memiliki toko online pada marketplace, yakni Tokopedia dan Shopee.
Untuk mendukung aktivitas promosi, ditargetkan tersedia konten produksi berupa tiga foto dan satu video pendek pada setiap akun media sosial.
Secara kualitatif, mitra diharapkan mampu mengelola pemasaran digital secara mandiri, tepat dan konsisten.
Secara keseluruhan, pelaksanaan kegiatan PKM tersebut diarahkan untuk menghasilkan peningkatan yang signifikan terhadap kapasitas kelompok usaha Kue Kenari Mama Eba, baik dari sisi proses produksi, keamanan pangan, identitas produk maupun pemasaran.
Dengan penerapan GMP dan CPPOB, kelompok usaha diharapkan mampu meningkatkan kualitas serta keamanan produk. Sementara penguatan branding dan pemanfaatan pemasaran digital diharapkan mampu meningkatkan daya tarik dan memperluas jangkauan pasar.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya melalui pendampingan dan pemberdayaan masyarakat serta pelaku UMKM di daerah.
Melalui Hibah Lembaga Pengabdian Masyarakat UKIM Tahun 2026 ini, Kue Kenari Mama Eba diharapkan tidak hanya mampu mempertahankan cita rasa produk lokal, tetapi juga semakin siap bersaing melalui produksi yang baik, branding yang kuat dan pemasaran yang mengikuti perkembangan teknologi digital. (JM–AL).