JURNALMALUKU–Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) terus mencatatkan langkah positif dalam mendorong transformasi digital daerah. Kabupaten bertajuk Kalwedo ini resmi menjadi salah satu penerima penghargaan TP2DD Kabupaten Terbaik 2026 dalam ajang Championship Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) 2026.

Penghargaan tersebut diumumkan dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) P2DD 2026 yang berlangsung di Jakarta. Kabupaten MBD bersanding dengan empat kabupaten lainnya di Indonesia, yakni Kabupaten Kepahiang, Kabupaten Tangerang, Kabupaten Kotawaringin Timur, dan Kabupaten Gorontalo.
Dalam gelaran tersebut, Pemerintah Kabupaten Maluku Barat Daya hadir dan menerima penghargaan secara langsung melalui Sekretaris Badan Penerimaan Daerah Kabupaten Maluku Barat Daya yang mewakili pemerintah daerah.
Capaian ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Maluku Barat Daya dalam menghadapi tantangan geografis sebagai wilayah kepulauan dan perbatasan. Pemanfaatan teknologi digital terus didorong untuk mengatasi keterbatasan jarak sekaligus memperluas akses pelayanan kepada masyarakat.
Melalui perluasan ekosistem transaksi nontunai, seperti optimalisasi QRIS dan penguatan AgenBRILink hingga ke tingkat desa, Kabupaten MBD dinilai mampu mengakselerasi elektronifikasi transaksi pemerintah daerah. Upaya tersebut juga mendorong semakin luasnya pemanfaatan sistem pembayaran digital di tengah masyarakat.

Menanggapi pencapaian tersebut, Bupati Maluku Barat Daya, Benyamin Thomas Noach, menyampaikan apresiasi sekaligus menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus memperkuat transformasi digital di wilayahnya.
“Kondisi geografis kepulauan tidak boleh menjadi alasan bagi kita untuk tertinggal dalam transformasi digital. Justru teknologi digital harus kita manfaatkan sepenuhnya untuk mengatasi hambatan jarak dan mempercepat layanan publik,” tegas Bupati Benyamin Noach melalui rilis resmi Pemkab MBD.
Bupati juga menegaskan bahwa penghargaan tersebut bukan merupakan akhir dari pencapaian, melainkan menjadi motivasi untuk terus melakukan pembenahan. Menurutnya, transformasi digital penting untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif, efisien, transparan, dan akuntabel.
“Melalui perluasan kanal pembayaran digital hingga ke kecamatan dan desa, kita ingin memberikan kemudahan nyata bagi seluruh lapisan masyarakat MBD,” tambahnya.
Keberhasilan MBD meraih penghargaan di tingkat nasional tersebut menunjukkan bahwa kondisi geografis sebagai daerah kepulauan tidak menjadi penghalang untuk terus melakukan pembenahan dalam tata kelola keuangan dan pelayanan publik berbasis digital. Capaian ini diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten MBD dan masyarakat untuk terus mendorong transformasi digital, memperluas akses layanan, serta mendukung kebangkitan ekonomi daerah. (JM-RR)