JURNALMALUKU – Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Pattimura (Unpatti) melanjutkan kerja sama dengan Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan (BPPP) Ambon dalam rangka memperkuat pengembangan sumber daya manusia (SDM) di bidang kelautan dan perikanan.
Kerja sama tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan lembaga pelatihan pemerintah, terutama dalam pengembangan kompetensi, pelatihan serta pengujian kompetensi di berbagai bidang kelautan dan perikanan.
Dekan FPIK Universitas Pattimura, Prof. Dr. Yoisye Lopulalan, S.Pi., M.Si., saat diwawancarai wartawan media ini di lokasi kegiatan, Jumat (21/8/2026), menjelaskan bahwa kerja sama dengan BPPP Ambon merupakan kelanjutan dari perjanjian kerja sama yang sebelumnya telah dilakukan.

“Jadi hari ini Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan melanjutkan tanda tangan kerja sama dengan BPPP Ambon karena kita sudah punya PKS sebelumnya. Ini merupakan lanjutan,” ungkap Yoisye.
Menurutnya, salah satu substansi penting dalam kerja sama tersebut adalah kolaborasi dalam pengembangan SDM. BPPP Ambon memiliki fasilitas yang dapat dimanfaatkan sebagai tempat pelatihan dan pengembangan kompetensi sesuai dengan bidang keahlian kelautan dan perikanan.
“Isi penting PKS itu bahwa kita berkolaborasi dalam pengembangan SDM. Di sini ada tempat pelatihan bagi asesor sesuai bidang-bidang khusus, yaitu ada budidaya, konservasi, pengolahan hasil perikanan,” jelasnya.
Yoisye mengatakan, keberadaan fasilitas tersebut juga dapat mendukung kebutuhan FPIK Unpatti dalam mempersiapkan dosen untuk menjadi asesor dalam pengujian kompetensi.
“Tempat di sini juga membantu kita dalam menyiapkan para dosen menjadi asesor bagi pengujian kompetensi,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa FPIK Unpatti saat ini telah memiliki tempat uji kompetensi. Karena itu, kerja sama dengan BPPP Ambon diharapkan dapat memperkuat berbagai kebutuhan yang berkaitan dengan pengembangan kompetensi dan peningkatan kualitas SDM di lingkungan fakultas.
“Setelah kita di fakultas ini sudah ada tempat uji kompetensi, termasuk uji kompetensi, kita membutuhkan bidang-bidang yang berkaitan dengan pengembangan sumber daya manusia di Fakultas Perikanan,” ujar Yoisye.
Lebih lanjut, Yoisye menegaskan bahwa kerja sama tersebut diharapkan tidak berhenti pada penandatanganan dokumen semata. Menurutnya, hal yang paling penting adalah memastikan adanya implementasi nyata melalui berbagai program dan kegiatan yang dapat dilaksanakan secara berkelanjutan.
“Kalau kita berharap dari kerja sama ini tidak sekadar hanya sementara, tetapi implementasinya yang penting. Kita akan tetap terus melakukan koordinasi dengan BPPP Ambon dalam kaitan dengan implementasi kegiatan-kegiatan,” tegasnya.
Ia menambahkan, kerja sama tersebut juga memiliki nilai strategis karena FPIK Unpatti dan BPPP Ambon berada dalam lingkungan kementerian yang berbeda, namun memiliki kepentingan yang sama dalam pengembangan SDM kelautan dan perikanan.
“Ini dua institusi berbeda. BPPP Ambon berada di bawah Kementerian Kelautan dan Perikanan, sementara kita di bawah Kementerian Pendidikan. Jadi secara teknis memang sudah ada yang dibuat, tetapi implementasinya dibuat di tingkat fakultas,” jelasnya.
Menurut Yoisye, sinergi antara kedua institusi tersebut menjadi penting untuk memperluas ruang kolaborasi, terutama dalam peningkatan kompetensi tenaga pendidik, asesor maupun sumber daya manusia di bidang kelautan dan perikanan.
Ia berharap kerja sama yang dilanjutkan tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi pengembangan FPIK Unpatti sekaligus mendukung peningkatan kualitas SDM kelautan dan perikanan di Maluku dan kawasan Indonesia Timur.
Dengan adanya kolaborasi tersebut, FPIK Unpatti dan BPPP Ambon diharapkan dapat terus membangun program bersama yang berorientasi pada peningkatan kompetensi, pelatihan dan pengujian kompetensi sesuai kebutuhan sektor kelautan dan perikanan. (JM–AL).
