JURNALMALUKU – Anggota DPRD Kota Ambon dari Fraksi Partai Golkar Daerah Pemilihan (Dapil) Kecamatan Nusaniwe, Desy Kosita Hallauw, S.H., M.H., melaksanakan kegiatan Reses Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025/2026 di dua lokasi berbeda.
Kegiatan pertama berlangsung di Jemaat Kezia, Kudamati, Kota Ambon, Sabtu (29/8/2026). Reses tersebut melibatkan unsur Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku (AMGPM), para pengasuh Sekolah Minggu Taman Pendidikan Injil (SMTPI), serta sebagian warga jemaat.


Sementara kegiatan reses kedua dilaksanakan di RT 001/RW 002, Kelurahan Waihaong, Kecamatan Nusaniwe, Minggu (30/8/2026), yang dihadiri sekitar 150 warga.
Kedua agenda tersebut menjadi momentum bagi Desy Hallauw untuk turun langsung menemui masyarakat, mendengarkan berbagai persoalan yang dihadapi, sekaligus menampung aspirasi yang nantinya dapat diperjuangkan melalui lembaga DPRD Kota Ambon maupun dikoordinasikan dengan Pemerintah Kota Ambon.
Dalam reses yang berlangsung di Jemaat Kezia Kudamati, aspirasi yang disampaikan masyarakat lebih banyak berkaitan dengan kebutuhan pembangunan gereja, kebersihan lingkungan, penerangan jalan, kegiatan kepemudaan, pelayanan SMTPI, serta dukungan terhadap sejumlah agenda penting gerejawi.
Unsur AMGPM dan para pengasuh SMTPI menyampaikan sejumlah kebutuhan yang dinilai penting untuk menunjang pelayanan di lingkungan jemaat.
Beberapa aspirasi yang menjadi perhatian antara lain pembangunan gereja, penyediaan tempat sampah di lingkungan, lampu penerangan jalan, serta perhatian terhadap pelaksanaan hari-hari besar gereja yang akan diselenggarakan dalam waktu dekat.
Di antaranya, masyarakat meminta perhatian terhadap rangkaian kegiatan HUT GPM, HUT AMGPM, HUT SMTPI, serta HUT Jemaat dan Gereja Kezia.
Selain itu, para pengasuh SMTPI turut menyampaikan kebutuhan alat dan perlengkapan peraga yang dapat mendukung proses pembelajaran serta pelayanan kepada anak-anak SMTPI.
Aspirasi tersebut diharapkan dapat menjadi perhatian dan mendapat dukungan sesuai dengan ketentuan serta kemampuan anggaran yang tersedia.
Sehari setelah melaksanakan reses di Jemaat Kezia Kudamati, Desy Hallauw kembali turun menemui masyarakat di RT 001/RW 002 Kelurahan Waihaong, Kecamatan Nusaniwe, Minggu (30/8/2026).


Kehadiran Desy disambut hangat oleh masyarakat. Warga menilai kehadiran wakil rakyat secara langsung di tengah-tengah masyarakat merupakan bentuk kepedulian terhadap konstituen, khususnya masyarakat di daerah pemilihannya.
Dalam pertemuan tersebut, warga menyampaikan sejumlah aspirasi, di antaranya kebutuhan air bersih, tenda untuk kebutuhan RT, pembangunan zebra cross atau fasilitas penyeberangan warga, serta lampu penerangan jalan.
Selain itu, masyarakat turut menyampaikan aspirasi terkait Posyandu Lansia serta perhatian terhadap pendidikan, khususnya peluang beasiswa atau bantuan pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu yang ingin melanjutkan studi.
Salah seorang warga juga meminta agar fasilitas penyeberangan di kawasan Petak 10 mendapat perhatian karena dinilai penting bagi keselamatan masyarakat.
Dalam sambutannya, Desy Hallauw menjelaskan bahwa kegiatan reses merupakan bagian dari tugas dan tanggung jawab anggota DPRD untuk turun langsung ke masyarakat.

“Kegiatan reses merupakan bagian dari tugas dan tanggung jawab anggota dewan. Seorang anggota dewan harus turun ke masyarakat, mendengarkan semua keluhan dan aspirasi masyarakat, kemudian menampung dan menyuarakannya dalam agenda-agenda rapat bersama Pemerintah Kota Ambon,” ujar Desy.
Ia menegaskan, setiap aspirasi yang disampaikan masyarakat akan dicatat untuk kemudian dilihat mana yang dapat ditindaklanjuti sesuai kewenangan dan kemampuan anggaran.
Desy juga meminta masyarakat memahami kondisi keuangan daerah yang menjadi salah satu pertimbangan dalam merealisasikan berbagai usulan.
“Kalau memang ada permintaan terkait material ataupun keuangan, silakan disampaikan. Kita akan catat, mana yang bisa kita eksekusi dan mana yang belum bisa, tentu akan kita sampaikan secara terbuka kepada masyarakat,” jelasnya.
Menanggapi persoalan air bersih yang disampaikan warga Waihaong, Desy meminta masyarakat menyiapkan proposal sebagai dasar untuk dilakukan koordinasi dengan pihak terkait.
Menurutnya, apabila sumber air yang tersedia belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat, salah satu opsi yang dapat dikaji adalah pembangunan sumur bor.
“Kalau memang sumber airnya tidak bertambah debitnya, silakan dibuatkan proposal untuk pembuatan sumur bor. Nanti kita koordinasikan dengan pihak terkait,” ungkapnya.
Sementara untuk persoalan lampu jalan, Desy menyatakan akan melihat kebutuhan di lapangan dan melakukan koordinasi agar titik-titik yang dianggap membutuhkan penerangan dapat memperoleh perhatian.
Terkait aspirasi pendidikan, ia juga menyampaikan bahwa masyarakat dapat mencari informasi mengenai berbagai program beasiswa yang tersedia. Pihaknya akan berkoordinasi dengan instansi terkait guna memperoleh informasi lebih lanjut mengenai peluang bantuan pendidikan bagi masyarakat kurang mampu.
Salah seorang perwakilan warga mengapresiasi kehadiran Desy Hallauw yang memberikan ruang kepada masyarakat untuk menyampaikan berbagai persoalan secara langsung.
Warga berharap kegiatan reses tidak berhenti pada mendengarkan aspirasi, tetapi juga dilanjutkan dengan proses pengawalan dan koordinasi dengan pihak-pihak terkait.
Masyarakat juga berharap perhatian anggota DPRD tidak hanya menyentuh pembangunan fisik, tetapi turut mendukung pembinaan generasi muda, pelayanan gereja, kegiatan kepemudaan, pendidikan, serta kebutuhan sosial masyarakat.
Menutup kegiatan reses, Desy Hallauw menegaskan komitmennya untuk terus membuka ruang komunikasi dengan masyarakat.
Ia berharap berbagai aspirasi yang telah disampaikan dalam dua lokasi reses, yakni Jemaat Kezia Kudamati dan RT 001/RW 002 Kelurahan Waihaong, dapat menjadi bahan perjuangan di DPRD Kota Ambon serta mendorong koordinasi yang lebih baik dengan Pemerintah Kota Ambon.
“Kita sudah hadir bersama-sama dan mendengarkan aspirasi Bapak Ibu semua. Semua masukan akan kita catat untuk ditindaklanjuti sesuai dengan kewenangan dan kemampuan yang ada,” pungkasnya. (JM–AL).