JURNALMALUKU – Jemaat Gereja Protestan Maluku (GPM) Tuni merayakan Jubileum Emas 50 tahun perjalanan pelayanan jemaat dalam suasana penuh syukur dan kebersamaan.
Perayaan yang berlangsung di Dusun Tuni, Rabu (16/9/2026), menjadi momentum penting bagi seluruh jemaat untuk mengenang perjalanan pelayanan selama lima dekade sekaligus mensyukuri penyertaan Tuhan dalam setiap proses yang telah dilalui.
Perayaan Jubileum Emas tersebut mengusung tema:
“Sampai di sini Tuhan menolong kita. Sampai saat ini kami tetap melangkah dalam syukur, menjadi pelita yang tetap menyala bagi kehidupan bersama.”
Rangkaian perayaan diawali dengan ibadah bersama yang diikuti jemaat dan masyarakat. Momentum tersebut menjadi kesempatan bagi seluruh warga Jemaat GPM Tuni untuk mengungkapkan rasa syukur atas penyertaan Tuhan sepanjang 50 tahun perjalanan pelayanan.


Selain menjadi peringatan usia pelayanan, Jubileum Emas ini juga menjadi momentum untuk memperkuat semangat pelayanan, persaudaraan, serta kehidupan bersama di tengah jemaat dan masyarakat.
Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Camat Nusaniwe, Ketua Klasis Pulau Ambon, Raja Negeri Urimessing, Kapolsek Nusaniwe, para undangan, serta masyarakat Dusun Tuni.

Ketua Majelis Jemaat GPM Tuni, Carlos Titahena, dalam sekapur sirih menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mengambil bagian dalam perjalanan pelayanan jemaat hingga mencapai usia 50 tahun.
Ia mengatakan, perjalanan panjang tersebut tidak terlepas dari perjuangan para pendiri dan pejuang iman yang telah meletakkan dasar pelayanan bagi generasi saat ini.
Menurutnya, apa yang dirasakan jemaat hingga saat ini merupakan bagian dari warisan iman yang harus terus dijaga dan diteruskan.
Carlos juga menyampaikan terima kasih kepada para pendiri jemaat, majelis jemaat, panitia pelaksana, jemaat, masyarakat, pemerintah, serta berbagai pihak yang selama ini turut menopang perjalanan pelayanan Jemaat GPM Tuni.
Ia berharap momentum Jubileum Emas menjadi kesempatan bagi seluruh jemaat untuk kembali melihat kebaikan Tuhan sebagai dasar iman dalam melanjutkan pelayanan di tengah kehidupan bersama.


“Atas nama umat dan pelayan, kami mengucapkan terima kasih kepada para pejuang iman dan para pendiri yang telah menanamkan dasar iman bagi kami sehingga dapat kami rasakan sampai saat ini,” ujarnya.
Sementara itu, Raja Negeri Urimessing, Felix Tisera, dalam sambutannya mengajak seluruh warga jemaat dan masyarakat untuk memanjatkan puji syukur kepada Tuhan atas penyertaan-Nya sehingga perayaan 50 tahun Jemaat GPM Tuni dapat berlangsung dalam suasana sukacita, iman, dan persaudaraan.
Ia menyampaikan selamat atas perayaan Jubileum Emas tersebut dan berharap Jemaat GPM Tuni semakin menjadi sumber berkat, terang, dan garam bagi sesama.
Felix juga menekankan pentingnya peran gereja sebagai mitra pemerintah dalam mendukung pembangunan dan mewujudkan kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, melalui kerja sama yang harmonis antara gereja dan pemerintah, berbagai bentuk pelayanan kepada masyarakat dapat semakin diperkuat, termasuk kepedulian sosial, partisipasi masyarakat dalam pembangunan, serta upaya menghadirkan kehidupan yang damai dan sejahtera.
“Momentum HUT ke-50 ini tentunya menjadi kesempatan untuk semakin mempererat sinergitas antara gereja dan pemerintah dalam menjalankan tanggung jawab bersama bagi kemajuan masyarakat dan umat Tuhan di kampung,” katanya.
Ia juga mengajak jemaat dan masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan di tengah persoalan krisis lingkungan dan sosial yang terjadi saat ini.
Menurutnya, menjaga kebersihan, mengurangi kerusakan alam, melestarikan sumber daya alam, serta memperkuat solidaritas sosial merupakan bagian dari tanggung jawab bersama demi menciptakan lingkungan yang sehat, tangguh, dan berkelanjutan bagi generasi mendatang.
Pada kesempatan tersebut, Felix turut menyampaikan apresiasi kepada Majelis Jemaat, panitia pelaksana, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi sehingga perayaan Jubileum Emas dapat terlaksana.
Ia berharap pada usia ke-50 tahun, pelayanan Jemaat GPM Tuni semakin diberkati Tuhan, semakin berdampak bagi masyarakat, dan seluruh jemaat semakin dewasa dalam iman dan kasih.
Kepala Dusun Tuni, Romy Muskita, saat diwawancarai di lokasi kegiatan menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya perayaan 50 tahun perjalanan pelayanan gereja di Dusun Tuni.

Menurutnya, perayaan tersebut bukan hanya menjadi momentum untuk mengenang perjalanan pelayanan gereja selama lima dekade, tetapi juga menjadi kesempatan bagi jemaat dan masyarakat untuk semakin mempererat kebersamaan.
“Sebagai Kepala Dusun, saya menyampaikan rasa syukur dan sukacita atas terlaksananya perayaan HUT gereja di kampung kita. Ini bukan hanya menjadi momentum untuk mengenang perjalanan pelayanan gereja, tetapi juga menjadi kesempatan bagi seluruh jemaat dan masyarakat untuk semakin mempererat kebersamaan,” ujar Romy.
Ia berharap di usia ke-50 tahun, gereja terus menjadi tempat bertumbuhnya iman sekaligus membawa semangat persaudaraan, kedamaian, dan kepedulian di tengah masyarakat.
“Atas nama pemerintah Dusun Tuni dan seluruh masyarakat, kami mengucapkan selamat merayakan HUT ke-50 gereja. Kiranya Tuhan terus memberkati para pelayan, jemaat, keluarga-keluarga, serta seluruh proses pelayanan gereja ke depan,” katanya.
Romy menambahkan, hal terpenting dari momentum Jubileum Emas tersebut adalah bagaimana seluruh jemaat dan masyarakat dapat semakin kompak, saling mendukung, serta bersama-sama membangun Dusun Tuni menjadi lebih baik.
“Melalui momentum ini kita semua semakin kompak, saling mendukung dan bersama-sama membangun kampung ini menjadi lebih baik,” tutupnya. (JM–AL).