JURNALMALUKU – Anggota DPRD Kota Ambon Daerah Pemilihan (Dapil) Nusaniwe dari Fraksi Partai Golkar, Desy Kosita Hallauw, menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Kota Ambon maupun sejumlah kabupaten lainnya di Provinsi Maluku.
Dalam keterangannya kepada media ini, Selasa (20/10/2026), Desy berharap berbagai peristiwa kebakaran tersebut benar-benar merupakan dampak dari faktor alam, bukan akibat tindakan yang disengaja oleh oknum tertentu untuk merusak hutan dan membuka lahan demi kepentingan sesaat.
“Beta sangat prihatin dengan kejadian karhutla yang terjadi di Kota Ambon dan kabupaten lainnya di Maluku. Beta berharap semua kejadian ini murni merupakan gejolak alam, bukan karena ada kegiatan terstruktur oleh oknum tertentu yang sengaja merusak hutan demi kepentingan sesaat,” ungkapnya.
Menurut Desy, lingkungan merupakan anugerah Tuhan yang harus dijaga dan dilestarikan bersama. Kerusakan hutan dan lingkungan tidak hanya berdampak pada kehidupan masyarakat saat ini, tetapi juga dapat mengancam masa depan generasi penerus.
Karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kecintaan terhadap lingkungan, membangun kepedulian terhadap alam, serta tidak melakukan tindakan yang dapat memicu kebakaran hutan dan lahan.
“Katong harus sadar bahwa alam ini merupakan pemberian Tuhan yang harus dijaga untuk kelangsungan hidup bersama. Kalau lingkungan rusak, bagaimana nasib generasi penerus katong nanti? Karena itu, mari katong jaga alam ini dengan penuh tanggung jawab,” tegasnya.
Desy juga mengimbau masyarakat agar lebih peka terhadap aktivitas mencurigakan yang berpotensi memicu kebakaran, khususnya pembakaran lahan secara sembarangan. Ia mendorong penguatan sistem keamanan dan kewaspadaan lingkungan melalui pengaktifan pos jaga di setiap desa, negeri, maupun kelurahan sesuai kebutuhan dan kondisi setempat.
Menurutnya, keterlibatan aktif masyarakat sangat penting untuk mencegah kebakaran sejak dini. Warga diharapkan saling mengingatkan dan segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan aktivitas pembakaran yang berpotensi membahayakan lingkungan dan permukiman.
Ia menegaskan bahwa upaya pencegahan tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah atau petugas terkait. Kesadaran dan tanggung jawab bersama menjadi kunci untuk melindungi lingkungan serta mencegah kerugian yang lebih besar.
Selain menyoroti dampak karhutla terhadap lingkungan, Desy turut mengingatkan masyarakat Kota Ambon agar menjaga kesehatan di tengah kondisi kabut asap yang dapat mengganggu kualitas udara.
Ia menyarankan warga mengurangi aktivitas di luar rumah apabila tidak ada keperluan mendesak, terutama ketika kabut asap masih terasa mengganggu. Masyarakat juga diimbau untuk mencukupi kebutuhan cairan tubuh dengan mengonsumsi air mineral yang cukup serta mengambil langkah perlindungan diri sesuai kondisi kualitas udara.
Desy juga mengingatkan masyarakat agar tidak membakar sampah secara sembarangan di lingkungan tempat tinggal. Selain berpotensi menimbulkan polusi udara, pembakaran sampah yang tidak terkendali dapat memicu api merambat ke area lain dan menyebabkan kebakaran.
“Katong harus sama-sama menjaga lingkungan. Jangan sembarangan membakar sampah karena api bisa merambat dan menimbulkan kebakaran. Keselamatan keluarga dan lingkungan adalah tanggung jawab katong bersama,” ujarnya.
Lebih lanjut, Desy mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung program-program Pemerintah Kota Ambon, termasuk menaati setiap imbauan yang bertujuan menjaga keamanan, kenyamanan, kesehatan, dan keselamatan warga.
Menurutnya, mewujudkan Kota Ambon yang aman dan nyaman bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat.
Kepedulian terhadap lingkungan, kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, serta kesadaran menjaga kesehatan merupakan langkah sederhana yang dapat memberikan manfaat besar bagi kehidupan bersama.
Ia berharap masyarakat terus membangun budaya saling mengingatkan, saling membantu, dan menjaga lingkungan sekitar agar potensi kebakaran dapat dicegah sedini mungkin.
“Katong semua punya tanggung jawab untuk menjaga kota ini. Mari saling mengingatkan, saling membantu, dan menjaga lingkungan agar Ambon tetap aman dan nyaman par katong samua,” tutup Desy.
Melalui imbauan tersebut, Desy berharap tumbuh kesadaran kolektif masyarakat untuk menjaga kelestarian alam, mencegah tindakan yang berpotensi menimbulkan kebakaran, serta melindungi kesehatan dan keselamatan bersama demi masa depan Maluku yang lebih baik. (JM–AL).