Zeth Pormes Dinilai Layak Jadi Sekretaris Golkar Kota Ambon Periode 2026–2031

JM AL
JM AL

JURNALMALUKU – Terpilihnya Ely Toisutta, S.Sos., sebagai Ketua DPD II Partai Golkar Kota Ambon periode 2026–2031 mulai memunculkan perbincangan mengenai figur yang akan mendampinginya dalam posisi Sekretaris DPD II Partai Golkar Kota Ambon.

Tiga nama yang mencuat dalam dinamika tersebut, yakni Zeth Pormes, S.Sos., Desy Kosita Hallauw, S.H., M.H., dan Claudio Patrick Imanuel Rahakbauw, S.H., M.H. Ketiganya disebut-sebut sebagai figur yang diperbincangkan untuk mengisi posisi strategis dalam struktur kepengurusan partai berlambang pohon beringin tersebut.

Perbincangan mengenai komposisi kepengurusan Golkar Kota Ambon ini turut menjadi perhatian di ruang publik. Salah satunya terlihat melalui unggahan akun TikTok BETA AMBON NEWS, yang membahas figur-figur yang dinilai berpotensi mendampingi Ely Toisutta dalam menjalankan roda organisasi partai untuk lima tahun ke depan.

Di tengah munculnya sejumlah nama tersebut, pandangan yang berkembang di ruang publik turut menyoroti Zeth Pormes sebagai salah satu figur yang dinilai memiliki pengalaman di lingkungan partai dan lembaga legislatif.

Salah satu pertimbangan yang mengemuka dalam diskusi publik adalah pengalaman organisasi, rekam jejak politik, serta kemampuan membangun komunikasi lintas unsur dalam partai.

Zeth Pormes dinilai oleh sebagian pihak memiliki pengalaman di lingkungan Partai Golkar dan dunia legislatif. Pengalaman tersebut dipandang dapat menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan figur yang akan membantu ketua menjalankan agenda organisasi, memperkuat konsolidasi kader, serta membangun komunikasi politik dengan berbagai elemen masyarakat.

Dalam pandangan tersebut, perpaduan pengalaman di ranah eksekutif dan legislatif juga menjadi salah satu aspek yang menarik untuk dibahas. Ely Toisutta yang disebut sebagai figur dari ranah eksekutif dan Zeth Pormes yang dikaitkan dengan pengalaman legislatif dinilai dapat menghadirkan perspektif berbeda dalam pengelolaan organisasi apabila keduanya nantinya berada dalam satu kepengurusan.

Meski demikian, efektivitas sebuah kepengurusan tidak semata-mata ditentukan oleh latar belakang jabatan. Kemampuan bekerja sama, pembagian tugas yang jelas, komunikasi internal, serta komitmen terhadap kepentingan organisasi tetap menjadi faktor penting dalam menjalankan roda partai.

Dalam struktur organisasi partai politik, posisi sekretaris memiliki peran penting dalam mendukung pelaksanaan program kerja ketua dan kepengurusan. Tugas tersebut berkaitan dengan administrasi organisasi, koordinasi antarkader, pengelolaan agenda, serta memastikan keputusan dan program partai dapat dijalankan secara terarah.

Karena itu, penentuan Sekretaris DPD II Partai Golkar Kota Ambon menjadi bagian penting dari proses penyusunan kepengurusan periode 2026–2031.

Figur yang nantinya mengemban jabatan tersebut diharapkan mampu membangun kerja sama dengan ketua, pengurus, kader di tingkat kecamatan dan kelurahan, serta seluruh elemen yang memiliki peran dalam memperkuat organisasi.

Selain pengalaman, profesionalitas, integritas, kemampuan berkomunikasi, dan kesediaan bekerja untuk kepentingan partai juga menjadi aspek yang patut dipertimbangkan.

Munculnya sejumlah nama memperlihatkan adanya perhatian publik terhadap arah kepemimpinan dan konsolidasi Partai Golkar Kota Ambon ke depan.

Sebagian pandangan yang berkembang menekankan pentingnya memilih sekretaris berdasarkan kapasitas, pengalaman, komitmen organisasi, serta kemampuan bekerja bersama ketua dan seluruh kader. Di sisi lain, penilaian terhadap masing-masing figur tetap perlu didasarkan pada rekam jejak dan pertimbangan yang objektif, bukan semata-mata pada persepsi yang berkembang di media sosial.

Oleh karena itu, dinamika mengenai posisi sekretaris ini masih perlu ditempatkan sebagai bagian dari pembicaraan publik sepanjang belum ada pengumuman resmi mengenai penetapan pengurus yang bersangkutan.

Penentuan akhir tetap berada dalam mekanisme dan kewenangan organisasi Partai Golkar sesuai ketentuan yang berlaku.

Pada akhirnya, masyarakat dapat menyampaikan pandangan dan harapannya terhadap figur yang dianggap mampu mendukung konsolidasi partai. Namun, keputusan mengenai siapa yang akan mendampingi Ely Toisutta sebagai Sekretaris DPD II Partai Golkar Kota Ambon periode 2026–2031 tetap menjadi kewenangan partai.

Publik kini menantikan bagaimana proses penyusunan kepengurusan tersebut akan berjalan, sekaligus berharap agar kepengurusan baru mampu memperkuat konsolidasi, menjaga soliditas kader, dan menghadirkan kerja organisasi yang profesional bagi Partai Golkar di Kota Ambon. (JM–AL).

Sebarkan artikel ini
Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Silahkan gunakan tombol share untuk membagi berita.