JURNALMALUKU – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terus memperkuat kapasitas masyarakat dalam menghadapi ancaman bencana alam melalui kegiatan Sekolah Lapang Gempa Bumi dan Tsunami (SLGT) Tahun 2026 yang resmi dibuka di Balai Desa Lauran, Kecamatan Tanimbar Selatan, Jumat (26/6/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Deputi Bidang Geofisika BMKG, Dr. Nelly Florida Riama, M.Si, jajaran pejabat BMKG pusat dan daerah yang mengikuti secara langsung maupun virtual, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan instansi vertikal, akademisi, serta berbagai elemen masyarakat.

Dalam sambutan Bupati yang dibacakan Sekretaris Daerah Kepulauan Tanimbar Brampi Moriolkosu menegaskan, bahwa wilayah Kepulauan Tanimbar merupakan salah satu daerah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap bencana gempa bumi dan tsunami akibat aktivitas tektonik yang sangat aktif di kawasan tersebut.
“Kondisi geografis dan geologis Kepulauan Tanimbar menempatkan daerah ini pada zona seismik aktif dengan potensi gempa bumi dan tsunami yang cukup tinggi. Sebagai wilayah kepulauan, risiko tersebut semakin meningkat sehingga diperlukan kesiapsiagaan yang kuat dari seluruh komponen masyarakat,” ujarnya.
Dirinya mengingatkan, bahwa ancaman tersebut bukan sekadar teori, melainkan fakta yang pernah dirasakan langsung masyarakat Tanimbar. Salah satu peristiwa terbesar terjadi pada 10 Januari 2023 ketika gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,5 mengguncang Laut Banda dan dirasakan luas di wilayah Maluku, termasuk Kepulauan Tanimbar.

Bencana tersebut menyebabkan kerusakan pada sedikitnya 697 unit rumah warga dengan tingkat kerusakan yang beragam, mulai dari rusak ringan hingga rusak berat.
“Peristiwa itu menjadi pengingat bahwa ancaman gempa bumi dan tsunami merupakan risiko nyata yang dapat terjadi kapan saja. Karena itu, upaya mitigasi dan kesiapsiagaan harus terus diperkuat,” tegas Sekda.
Menurutnya, salah satu langkah strategis yang perlu dilakukan adalah meningkatkan kapasitas seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, akademisi, dunia usaha, media massa hingga masyarakat umum, agar mampu merespons bencana secara cepat, tepat, dan terkoordinasi.
Dirinya juga menyoroti pentingnya peran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), khususnya melalui Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) yang beroperasi selama 24 jam penuh dalam menyebarluaskan informasi kebencanaan kepada masyarakat.
Dalam konteks mitigasi gempa bumi dan tsunami, lanjutnya, Pusdalops memiliki peran penting untuk menerjemahkan informasi dan peringatan dini yang dikeluarkan BMKG menjadi arahan yang cepat dan tepat guna menyelamatkan masyarakat.
“Peningkatan kapasitas operator Pusdalops menjadi sangat penting agar informasi kebencanaan dapat menjangkau masyarakat hingga ke tingkat paling bawah secara cepat dan akurat,” katanya.
Atas nama Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Bupati menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada BMKG yang telah menginisiasi penyelenggaraan Sekolah Lapang Gempa Bumi dan Tsunami di wilayah tersebut.
Menurutnya, kegiatan ini merupakan investasi penting dalam membangun budaya sadar bencana sekaligus memperkuat kemampuan masyarakat dalam memahami risiko yang ada di lingkungan mereka.
“Melalui sekolah lapang ini, masyarakat akan lebih mengenal ancaman gempa bumi dan tsunami, memahami sistem peringatan dini, mengenali rambu-rambu evakuasi, serta mampu bertindak secara tepat sehingga dapat mengurangi kepanikan dan meminimalkan korban maupun kerugian saat terjadi bencana,” ujarnya.
Bupati berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan kegiatan tersebut secara maksimal guna meningkatkan kesiapsiagaan bersama dalam menghadapi berbagai potensi ancaman bencana di masa mendatang.
Selain itu, ia menekankan pentingnya membangun komunikasi dan koordinasi yang kuat antara pemerintah daerah, BMKG, TNI, Polri, lembaga terkait, serta seluruh elemen masyarakat sebagai bagian dari sistem penanggulangan bencana yang terpadu.
Menutup sambutannya, Bupati menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan, termasuk Pemerintah Desa Lauran yang telah mempersiapkan pelaksanaan Sekolah Lapang Gempa Bumi dan Tsunami Tahun 2026.
Dengan mengucap syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, Bupati secara resmi membuka kegiatan tersebut sebagai langkah nyata memperkuat ketangguhan masyarakat Kepulauan Tanimbar dalam menghadapi ancaman gempa bumi dan tsunami di masa mendatang.(JM-ES).
