JURNALMALUKU – Di tengah musim kemarau panjang yang melanda sejumlah wilayah, termasuk Maluku dan Maluku Utara, doa bersama lintas agama digelar sebagai bentuk ikhtiar spiritual untuk memohon keselamatan, keberkahan, serta turunnya hujan.
Kegiatan yang merupakan tindak lanjut perintah Panglima TNI tersebut dilaksanakan secara serentak di berbagai tempat, dengan melibatkan unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, tokoh agama, serta masyarakat.
Di Kota Ambon, Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Dody Triwinarto, S.I.P., M.Han., mengikuti Sholat Istisqa dan doa bersama lintas agama yang dipusatkan di Lapangan Merdeka, Jumat (18/9/2026).
Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi momentum untuk memanjatkan doa di tengah kondisi kemarau panjang, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan dan kerukunan antarelemen masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan.
Doa bersama lintas agama juga dilaksanakan secara serentak di sejumlah tempat ibadah di Kota Ambon. Di antaranya Gereja Ignatius Slamet Riyadi, Gereja Katedral St. Fransiskus Xaverius, serta Pura Yudha Mandala.
Kegiatan dihadiri jajaran Forkopimda Provinsi Maluku, Pejabat Utama (PJU) Kodam XV/Pattimura, para ulama, pengurus wilayah keagamaan, serta prajurit TNI dari tiga matra, personel Polri dan PNS.
Dalam sambutannya, Pangdam XV/Pattimura mengatakan, doa bersama lintas agama merupakan salah satu bentuk ikhtiar dalam menyikapi berbagai situasi yang dihadapi bangsa.
Menurutnya, kegiatan tersebut sekaligus menjadi teladan bahwa perbedaan keyakinan tidak menjadi penghalang untuk membangun kebersamaan, saling menghormati, dan menjaga kerukunan umat beragama.
“Doa bersama lintas agama ini merupakan salah satu langkah kita dalam menyikapi situasi bangsa. Ini juga menjadi contoh bahwa para pemimpin dan tokoh agama dapat bersama-sama berdoa dan bersyukur, sekaligus menunjukkan kerukunan umat beragama,” ujar Pangdam.
Ia berharap doa yang dipanjatkan bersama dapat membawa keberkahan dan keselamatan bagi masyarakat serta bangsa Indonesia.
Secara khusus, Pangdam berharap Maluku dan Maluku Utara dijauhkan dari berbagai musibah yang dapat terjadi akibat kondisi kemarau panjang, termasuk kebakaran dan kekeringan.
“Semoga doa tulus hari ini dikabulkan dan mendatangkan keberkahan serta keselamatan bagi kita semua,” tuturnya.
Sementara itu, Wakil Gubernur Maluku Abdullah Vanath mengapresiasi pelaksanaan doa bersama lintas agama tersebut.
Menurutnya, kegiatan itu merupakan wujud kebersamaan sekaligus ikhtiar bersama dalam menghadapi kondisi kemarau yang terjadi di sejumlah wilayah.
Doa bersama tersebut juga memperlihatkan bahwa menghadapi situasi yang berdampak terhadap kehidupan masyarakat membutuhkan kebersamaan berbagai pihak, dengan tetap mengedepankan toleransi, kerukunan, dan semangat gotong royong.
Melalui kegiatan tersebut, seluruh elemen yang hadir berharap kondisi kemarau panjang segera berakhir, hujan kembali turun secara normal, serta masyarakat Maluku dan Maluku Utara senantiasa diberikan keselamatan dan perlindungan. (JM–AL).