Nama Benhur Watubun Mengemuka dalam Forum DOB Lease GAMKI, Warga Noloth dan Itawaka Spontan Beri Dukungan

JM AL
JM AL

JURNALMALUKU – Suasana Sharing Session tentang peluang dan tantangan pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Kota Kepulauan Lease di Gereja Anugerah Allah, Negeri Noloth, Jumat (9/10/2026), menghadirkan momen menarik ketika nama Benhur G. Watubun disinggung sebagai figur potensial untuk memimpin Maluku ke depan.

Penyebutan nama Benhur G. Watubun langsung mendapat respons spontan berupa apresiasi dan dukungan dari masyarakat serta jemaat Negeri Noloth dan Negeri Itawaka yang mengikuti kegiatan tersebut. Respons itu menjadi perhatian tersendiri di tengah diskusi yang berfokus pada masa depan pemekaran wilayah Kepulauan Lease.

Momen tersebut berawal ketika moderator, Prof. Dr. Ir. Fransina Sarah Latumahina, S.Hut., M.P., IPU., ASEAN Eng., memperkenalkan riwayat hidup para narasumber. Saat pembahasan mengarah pada figur yang berpotensi menjadi bakal calon Gubernur Maluku atau Maluku 1 pada masa mendatang, nama Benhur G. Watubun pun mencuat dan disambut positif oleh peserta yang hadir.

0-3264×2448-0-0-{}-0-0#

Sambutan spontan itu menunjukkan adanya perhatian dan ketertarikan sebagian masyarakat terhadap sosok yang dinilai memiliki pengalaman dalam dunia politik dan pemerintahan. Meski berlangsung dalam suasana diskusi, respons tersebut menjadi salah satu momen yang mewarnai jalannya kegiatan.

Benhur G. Watubun saat ini menjabat sebagai anggota DPRD Provinsi Maluku sekaligus Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Maluku. Kiprahnya di lembaga legislatif dan partai politik menempatkannya sebagai salah satu figur yang diperbincangkan dalam dinamika politik Maluku.

Kegiatan yang diselenggarakan DPD GAMKI ini menghadirkan dua narasumber, yakni Benhur G. Watubun dan Prof. Dr. Marthinus Johanes Saptenno, S.H., M.Hum. Keduanya hadir untuk membahas peluang serta tantangan pembentukan DOB Kota Kepulauan Lease, sebuah isu yang berkaitan dengan aspirasi masyarakat dan arah pembangunan wilayah kepulauan.

Forum tersebut juga menjadi ruang pertemuan antara gagasan pembangunan daerah dan aspirasi masyarakat. Bagi warga Negeri Noloth dan Itawaka yang hadir, munculnya nama Benhur G. Watubun dalam pembicaraan mengenai kepemimpinan Maluku memberikan warna tersendiri dalam kegiatan itu.

Kedua negeri tersebut dikenal dengan sebutan Titasomu Louhata Kakerissa dan Leilisal Beinusa Amapatti. Respons yang muncul dari masyarakat dan jemaat yang hadir menjadi gambaran adanya perhatian terhadap figur pemimpin yang diharapkan mampu membawa Maluku menuju pembangunan yang lebih baik.

Kendati demikian, dukungan spontan dalam forum tersebut tidak serta-merta menjadi dukungan resmi seluruh masyarakat Noloth dan Itawaka maupun pernyataan pencalonan resmi Benhur G. Watubun. Namun, momen itu menunjukkan bahwa pembicaraan mengenai masa depan kepemimpinan Maluku mulai mendapat ruang di tengah berbagai agenda pembangunan daerah. (JM–AL).

Sebarkan artikel ini
Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Silahkan gunakan tombol share untuk membagi berita.