JURNALMALUKU – Semangat persaudaraan dan budaya gotong royong kembali ditunjukkan masyarakat Negeri Siri Sori Amalatu dan Negeri Siri Sori Islam menjelang pelantikan Raja Siri Sori Islam yang dijadwalkan berlangsung pada 23 Mei 2026 mendatang.
Kegiatan kerja bakti dilaksanakan pada Selasa (19/5/2026) sejak pukul 09.00 WIT. Pemerintah Negeri Siri Sori Amalatu bersama masyarakat terlebih dahulu berkumpul di Kantor Negeri Siri Sori Amalatu sebelum berjalan bersama menuju Negeri Siri Sori Islam untuk membantu pembangunan sabuah atau tenda pelantikan.
Kerja bakti tersebut dipimpin langsung oleh Raja Negeri Siri Sori Amalatu, Losir Kesaulija, bersama staf pemerintah negeri, tua adat, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan tokoh agama.


Tradisi saling membantu antara kedua negeri kembar yang dikenal dengan sebutan “Louhata” itu telah berlangsung turun-temurun selama ratusan tahun. Nilai persaudaraan adat yang diwariskan para leluhur terus dijaga melalui budaya bahu-membahu dalam berbagai kegiatan, mulai dari pelantikan raja, pembangunan negeri, hingga kegiatan sosial kemasyarakatan lainnya.
Suasana kebersamaan tampak terlihat selama proses pembangunan tenda pelantikan. Masyarakat dari kedua negeri bekerja bersama dengan penuh semangat kekeluargaan dan persatuan. Hubungan antara Negeri Siri Sori Amalatu dan Negeri Siri Sori Islam tidak hanya terikat dalam sejarah adat dan pemerintahan, tetapi juga dalam nilai toleransi dan kehidupan antarumat beragama yang harmonis.
Di sela kegiatan, Losir Kesaulija mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga semangat gotong royong serta bekerja bersama demi menyukseskan pelantikan Raja Siri Sori Islam.
“Kebersamaan ini adalah warisan leluhur yang harus tetap dijaga. Katong samua basudara, saling bantu dan saling dukung demi menjaga adat dan persatuan kedua negeri,” ungkapnya.
Proses pembangunan dan dekorasi tenda turut diawasi oleh Zakarias Kesaulija selaku mantan pejabat Negeri Siri Sori Amalatu. Sementara itu, Yapi Liklikwatil dipercaya sebagai kepala tukang untuk memastikan seluruh pekerjaan berjalan baik sesuai arahan panitia pelantikan.
Kegiatan gotong royong tersebut menjadi simbol kuatnya hubungan persaudaraan antara kedua negeri kembar “Louhata” yang tetap hidup dan terjaga hingga saat ini. Tradisi adat yang diwariskan para leluhur pun diharapkan terus dipertahankan oleh generasi muda sebagai identitas budaya serta kekuatan persatuan masyarakat Siri Sori. (JM–AL).

