JURNALMALUKU – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Program Studi Peternakan Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) Universitas Pattimura Kabupaten Maluku Barat Daya menghadirkan solusi untuk mengatasi keterbatasan pakan ternak Kerbau Moa pada musim kemarau melalui pelatihan teknologi pakan fermentasi (silase) di Desa Tounwawan, Kecamatan Moa, Sabtu (4/7/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Pemberdayaan Peternak Kerbau Moa Melalui Pelatihan Teknologi Pakan Fermentasi (Silase) untuk Ketahanan Pakan Musim Kemarau” ini merupakan implementasi kerja sama antara Program Studi Peternakan PSDKU Universitas Pattimura dengan Pemerintah Desa Tounwawan dalam meningkatkan kapasitas peternak melalui penerapan teknologi tepat guna.

Ketua Tim PKM, Asmirani Alam, S.Pt., M.Si., mengatakan Kerbau Moa memiliki nilai ekonomi yang sangat besar bagi masyarakat karena menjadi salah satu penopang kesejahteraan keluarga, bahkan telah membantu membiayai pendidikan banyak generasi muda hingga ke perguruan tinggi. Menurutnya, pelatihan silase menjadi salah satu upaya untuk menjaga produktivitas ternak dengan memastikan ketersediaan pakan sepanjang tahun.

“Pada musim hujan hijauan pakan tersedia melimpah, tetapi ketika musim kemarau stok rumput menurun drastis. Melalui teknologi silase, peternak dapat menyimpan hijauan sebagai cadangan pakan sehingga kebutuhan nutrisi ternak tetap terpenuhi,” ujar Asmirani.

Dalam sesi penyampaian materi, Anggota Tim PKM Barnabas Gairtua, S.Pt., M.Sc., menjelaskan bahwa silase merupakan teknologi pengawetan hijauan melalui proses fermentasi yang mampu mempertahankan kualitas nutrisi pakan dalam waktu lama. Menurutnya, teknologi tersebut mudah diterapkan dan dapat menjadi solusi praktis bagi peternak dalam menghadapi perubahan musim.

Sementara itu, Anggota Tim PKM Albertus Sairudy, S.Pt., M.Sc., yang memandu praktik pembuatan silase, berharap para peternak dapat mengaplikasikan pengetahuan yang diperoleh secara mandiri. “Kami ingin peternak tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu memproduksi silase sendiri dengan memanfaatkan bahan-bahan yang tersedia di lingkungan sekitar sehingga kebutuhan pakan ternak tetap terjamin,” katanya.
Pelatihan berlangsung dalam tiga tahapan, yakni penyampaian materi, diskusi interaktif, dan praktik langsung pembuatan silase. Antusiasme peserta terlihat dari aktifnya para peternak dalam sesi tanya jawab, termasuk salah seorang peternak yang mengajukan lebih dari satu pertanyaan mengenai teknik fermentasi dan penyimpanan pakan.
Kegiatan ini turut dihadiri Pemerintah Desa Tounwawan, kelompok peternak Kerbau Moa, mahasiswa Program Studi Peternakan PSDKU Universitas Pattimura Kabupaten Maluku Barat Daya, serta Tim PKM sebagai bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Mewakili Kepala Desa Tounwawan, Sekretaris Desa Sosfater Nahakleky menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan pelatihan tersebut. Ia berharap sinergi antara Pemerintah Desa Tounwawan dan Program Studi Peternakan PSDKU Universitas Pattimura terus berlanjut sehingga semakin banyak inovasi yang dapat diterapkan untuk mendukung pengembangan peternakan Kerbau Moa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.(JM-EA).
