JURNALMALUKU – Janji yang diucapkan saat pelepasan kontingen di Pulau Kisar beberapa waktu lalu akhirnya ditepati. Bupati Maluku Barat Daya, Benyamin Thomas Noach, hadir langsung di Manokwari untuk menyaksikan penampilan Kelompok Paduan Suara Anak (PSA) asal Pulau Kisar yang mewakili Provinsi Maluku pada ajang Pesparawi Nasional XIV.

Kehadiran Bupati di Auditorium Universitas Papua, Senin (22/6/2026), menjadi penyemangat tersendiri bagi anak-anak yang telah menempuh perjalanan panjang dari wilayah perbatasan Indonesia menuju panggung nasional. Dari bangku penonton, ia mengikuti penampilan mereka dengan penuh perhatian, menyaksikan bagaimana suara-suara muda dari Maluku Barat Daya bergema di hadapan dewan juri dan peserta dari seluruh Indonesia.

Kelompok PSA yang tampil di Manokwari bukanlah tim yang datang tanpa cerita. Mereka merupakan putra-putri terbaik dari kecamatan-kecamatan di Pulau Kisar yang sebelumnya berhasil meraih Juara I Pesparawi Tingkat Provinsi Maluku. Prestasi itulah yang mengantarkan mereka menjadi wakil resmi Provinsi Maluku di tingkat nasional.
Bagi anak-anak ini, tampil di Pesparawi Nasional bukan hanya tentang kompetisi. Ini adalah perjalanan yang lahir dari kerja keras, disiplin, dan latihan panjang yang dijalani berbulan-bulan. Dari sebuah pulau di kawasan perbatasan, mereka kini berdiri di panggung yang sama dengan kontingen terbaik dari seluruh penjuru Indonesia.

Momen tersebut terasa semakin bermakna karena Bupati hadir untuk menyaksikan langsung buah dari perjuangan mereka. Kehadiran orang nomor satu di MBD itu sekaligus mengingatkan pada pesan yang pernah ia sampaikan saat melepas kontingen.
Kala itu, ia meminta para peserta untuk tidak terbebani oleh target dan penilaian, melainkan menyanyi dengan ketulusan.

“Bernyanyilah dengan hati, karena suara yang berasal dari hati akan sampai ke hati pendengar dan juri”.
Pesan itu seolah hidup kembali saat kelompok PSA tampil di atas panggung. Dengan penghayatan yang kuat dan harmonisasi yang terjaga, mereka membawakan setiap lagu dengan penuh keyakinan, mencerminkan semangat yang selama ini dibangun dalam proses pembinaan.
Usai penampilan, Bupati Benyamin mengaku bangga melihat keberanian dan kualitas yang ditunjukkan anak-anak MBD.

“Hari ini saya melihat anak-anak kita tampil dengan luar biasa. Mereka tidak hanya membawa nama Maluku Barat Daya dan Maluku, tetapi juga membawa semangat daerah perbatasan yang mampu berdiri sejajar dengan daerah lain di Indonesia,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa apa yang telah dicapai para peserta saat ini sudah menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Maluku Barat Daya.”Menang tentu menjadi harapan kita bersama. Tetapi yang lebih penting, mereka sudah menunjukkan bahwa dengan kerja keras dan tekad, anak-anak dari pulau-pulau terluar juga mampu tampil percaya diri di panggung nasional,” katanya.
Di tengah gemerlap Pesparawi Nasional XIV, penampilan kelompok PSA asal Kisar menjadi lebih dari sekadar sebuah penampilan lomba. Ia menjadi cerita tentang mimpi, kerja keras, dan keberanian anak-anak dari perbatasan yang berhasil membawa suara daerahnya menggema di panggung Indonesia. (JM-EA).
