JURNALMALUKU – Musyawarah KOHATI HMI Cabang Ambon ke-XXXIV resmi menetapkan Nadra Tehuayo sebagai Formatur/Ketua Umum KOHATI HMI Cabang Ambon Periode 2026–2027. Penetapan tersebut berlangsung dalam forum persidangan yang khidmat dan demokratis, mencerminkan semangat musyawarah mufakat dalam tubuh organisasi yang berlangsung di Graha Insan Cita Waiheru ( 11/04/2026 ).
Jalannya persidangan dipimpin oleh Koordinator Steering Committee (SC) yang juga bertindak sebagai Pimpinan Sidang dan didampingi oleh dua Presidium Sidang Terpilih, Forum berjalan tertib, dinamis, dan penuh nuansa intelektual, dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai konstitusional organisasi.
Sebelum memasuki agenda pemilihan, forum terlebih dahulu mendengarkan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) yang disampaikan oleh Ketua Umum KOHATI Cabang Ambon demisioner, Ayuniati Suriadi. Dalam penyampaiannya, Ayu memaparkan capaian program kerja, dinamika organisasi, serta berbagai tantangan yang dihadapi selama masa kepemimpinannya. Forum kemudian memberikan tanggapan secara kritis dan konstruktif, sebagai bagian dari evaluasi bersama demi perbaikan KOHATI ke depan.

Setelah melalui rangkaian sidang yang panjang dan penuh pertimbangan, forum kemudian memasuki tahapan inti, yakni pemilihan Ketua Umum KOHATI HMI Cabang Ambon Periode 2026–2027. Dalam proses tersebut, Nadra Tehuayo tampil sebagai figur yang memperoleh kepercayaan forum.
Terpilihnya Nadra Tehuayo tidak terlepas dari dukungan dan rekomendasi yang kuat dari berbagai komisariat dan elemen KOHATI Cabang Ambon, yang menilai dirinya memiliki kapasitas intelektual, integritas moral, serta komitmen terhadap penguatan kaderisasi dan perjuangan perempuan.
Dalam keterangan singkatnya usai ditetapkan sebagai formatur, Nadra Tehuayo menyampaikan rasa syukur serta terima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh forum Musyawarah. Ia menegaskan bahwa amanah yang diterima bukanlah kemenangan personal, melainkan tanggung jawab kolektif seluruh kader KOHATI Cabang Ambon.
“Ini bukan tentang individu, tetapi tentang bagaimana kita bersama-sama membangun KOHATI yang lebih kuat, lebih solutif, dan lebih bermakna bagi umat dan bangsa. Saya memohon doa dan dukungan dari seluruh Senior dan kader HMI dan KOHATI Cabang Ambon agar amanah ini dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
Lebih lanjut, Nadra juga mengajak seluruh kader untuk menjaga persatuan dan soliditas organisasi pasca musyawarah. Ia menekankan bahwa perbedaan pandangan dalam forum adalah bagian dari dinamika demokrasi, namun setelah itu, seluruh kader harus kembali bersatu dalam satu barisan perjuangan.
Ke depan, tantangan yang dihadapi KOHATI tentu tidak ringan. Namun dengan semangat KOHATI Solutif, serta dukungan penuh dari seluruh kader, diharapkan KOHATI Cabang Ambon mampu menjawab tantangan tersebut dengan gagasan, aksi, dan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Musyawarah KOHATI ke-XXXIV diharapkan tidak hanya menjadi forum pergantian kepemimpinan, tetapi juga momentum strategis dalam memperkuat konsolidasi kader, mempertegas arah gerakan, serta memastikan KOHATI tetap eksis sebagai organisasi kader perempuan Islam yang intelektual
Musyawarah telah usai, kepemimpinan baru telah lahir, dan kini harapan besar bertumpu pada pundak kepemimpinan Nadra Tehuayo untuk membawa KOHATI Cabang Ambon menuju masa depan yang lebih cerah, berintegritas, dan bermartabat. (JM–AL).


