JURNALMALUKU – Musyawarah Daerah (Musda) II Pimpinan Daerah Kolektif (PDK) KOSGORO 1957 Provinsi Maluku resmi dibuka dengan mengusung tema “Menjaga Stabilitas Pembangunan Nasional di Tengah Ketidakpastian Global.”
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Asisten Administrasi Umum Setda Maluku, Boy Dominggus Kaya, yang hadir mewakili Gubernur Maluku.
Sejumlah tokoh turut hadir, di antaranya Ketua DPRD Provinsi Maluku Benhur Wattubun, Wakil Ketua DPRD Provinsi Maluku Jhon Lewerissa, serta Ketua Umum SOKSI Provinsi Maluku Boy Sangadji.
Sekapur Sirih Wali Kota Ambon yang dibacakan oleh Penjabat Sekretaris Daerah Kota Ambon, Robby Sapulette, mengawali rangkaian sambutan. Dalam penyampaiannya, ia mengajak seluruh hadirin untuk bersyukur atas terselenggaranya Musda II KOSGORO 1957 Provinsi Maluku tahun 2026.

Disampaikan bahwa Musda tidak hanya menjadi ajang konsolidasi internal organisasi, tetapi juga merupakan ruang strategis untuk melakukan evaluasi serta merumuskan arah kebijakan dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan.
Ia menyoroti kondisi Provinsi Maluku sebagai wilayah kepulauan dengan potensi kelautan yang besar, baik dari sektor tangkap maupun budidaya. Namun demikian, potensi tersebut dinilai belum dimanfaatkan secara optimal akibat berbagai kendala seperti kondisi geografis, keterbatasan infrastruktur, serta kesenjangan pembangunan antarwilayah.
“Keterbatasan akses teknologi dan sarana penunjang ekonomi di wilayah terpencil menjadi tantangan serius. Untuk itu, dibutuhkan kebijakan yang lebih adaptif bagi daerah kepulauan,” ungkapnya.
Lebih lanjut disampaikan, peran organisasi kemasyarakatan seperti KOSGORO 1957 sangat strategis sebagai mitra pemerintah dalam mendorong pemberdayaan masyarakat, khususnya melalui penguatan ekonomi kerakyatan berbasis kelautan.

Ia berharap melalui Musda II ini akan lahir gagasan strategis, program konkret, serta pemimpin yang visioner dan berintegritas untuk mendorong pembangunan Maluku yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera.
Sementara itu, Ketua PDK KOSGORO 1957 Provinsi Maluku, Ely Toisutta, dalam sambutannya menegaskan bahwa pembukaan Musda II diawali dengan pembacaan sejarah perjalanan KOSGORO 1957 sebagai bagian dari denyut nadi bangsa.
Ia menyebut KOSGORO 1957 bersama organisasi sayap seperti SOKSI dan MKGR memiliki kontribusi penting dalam pembangunan nasional, termasuk sebagai salah satu organisasi kemasyarakatan pendiri Partai Golkar.
“Sejak awal kehadirannya, KOSGORO 1957 terus memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan melalui pembentukan koperasi sebagai wujud nyata keberpihakan kepada masyarakat,” ujarnya.
Ely Toisutta yang juga menjabat sebagai Wakil Wali Kota Ambon menekankan pentingnya pelaksanaan Tri Dharma KOSGORO 1957, yakni pengabdian, kerakyatan, dan solidaritas.
“Tiga nilai ini menjadi kunci dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat Maluku secara menyeluruh,” tegasnya.
Ia menambahkan, di tengah tantangan situasi global saat ini, KOSGORO dituntut untuk terus bertransformasi menjadi organisasi yang lebih efektif, solid, dan relevan.
Menurutnya, tema Musda II kali ini menjadi pengingat bahwa stabilitas merupakan fondasi utama dalam menjaga keberlanjutan pembangunan nasional.
“Sebagai organisasi yang memiliki sejarah panjang, KOSGORO 1957 akan terus menjaga nilai-nilai pengabdian kepada masyarakat serta berkontribusi aktif dalam pembangunan daerah,” pungkasnya. (JM–AL).

