JURNALMALUKU — Dari gugusan pulau di beranda negeri, langkah kontingen Pesparawi Maluku Barat Daya (MBD) kini menuju panggung nasional. Berbekal kemenangan di tingkat provinsi dan latihan yang ditempa dalam keterbatasan, mereka membawa satu misi: membuktikan suara dari perbatasan mampu bergema di tingkat nasional.

Sebanyak 45 peserta resmi dilepas dari Wonreli, Kecamatan Kisar Selatan pada Rabu (06/05/26), bertempat di Gedung Serbaguna Kecamatan Kisar Selatan, Mereka berasal dari berbagai kategori paduan suara—anak, pemuda, pria, wanita, hingga vokal grup—yang akan tampil di ajang Pesparawi Nasional XIV di Manokwari, Papua Barat.

Salah satu kekuatan utama kontingen MBD datang dari kategori paduan suara anak–remaja. Tim yang diwakili Paduan Suara Anak-Remaja kecamatan se-Pulau Kisar ini sukses meraih Juara 1 pada Pesparawi Tingkat Provinsi Maluku. Capaian tersebut memastikan mereka menjadi wakil resmi Provinsi Maluku di tingkat nasional.

Perjalanan menuju titik ini bukan tanpa tantangan. Keterbatasan fasilitas, akses, hingga jarak antarpulau menjadi bagian dari proses yang justru membentuk kekuatan kontingen. Latihan dilakukan secara intensif dengan dukungan pelatih lokal dan pendamping dari tingkat provinsi.
Ketua LPPD MBD, Yosua D.D. Philipus, menegaskan kesiapan tim setelah melewati seleksi dan pembinaan berjenjang. Prestasi di tingkat provinsi menjadi bukti bahwa kualitas tak selalu ditentukan oleh kedekatan dengan pusat.

“Anak-anak sudah melalui proses panjang. Mereka siap tampil dan membawa nama daerah,” ujarnya.
Bupati Maluku Barat Daya, Benyamin Thomas Noach, dalam sambutannya menekankan bahwa keikutsertaan ini lebih dari sekadar kompetisi. Ia melihat Pesparawi sebagai ruang untuk menyampaikan nilai, iman, dan jati diri daerah.

“Dari wilayah perbatasan, kita datang bukan hanya untuk bersaing, tapi untuk melayani lewat nyanyian. Bernyanyilah dengan hati, karena suara yang berasal dari hati akan sampai ke hati pendengar dan juri,” pesannya.
Noach juga mengingatkan pentingnya menjaga sikap dan kebersamaan selama mengikuti ajang nasional, sekaligus menjadi duta budaya yang membawa identitas MBD ke panggung yang lebih luas.
Pesparawi Nasional XIV akan berlangsung pada 18–28 Juni 2026 di Manokwari. Ajang ini mempertemukan kontingen terbaik dari seluruh Indonesia—dan bagi Maluku Barat Daya, ini bukan sekadar perjalanan jauh, melainkan langkah besar dari perbatasan menuju pengakuan di panggung nasional. (JM-EA).

