JURNALMALUKU – Gerakan pembangunan nasional melalui visi besar Asta Cita di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka kini telah memasuki fase pertengahan pemerintahan. Sejumlah kebijakan yang dijalankan pun tak lepas dari sorotan berbagai pihak, termasuk dari kalangan pemuda.
Ketua DPD KNPI Provinsi Maluku, Faisal Syarif Hayoto, dalam keterangannya kepada media ini, pada Selasa, (14/04/26), menilai bahwa Maluku sebagai daerah kepulauan membutuhkan afirmasi kebijakan yang lebih konkret dari pemerintah pusat, terutama dalam hal infrastruktur dan pemanfaatan sumber daya alam.

Menurutnya, kondisi geografis Maluku yang didominasi wilayah laut menuntut perhatian khusus, terutama dalam peningkatan aksesibilitas antarwilayah.
“Kami sangat mengapresiasi pemerintahan Prabowo-Gibran dengan tagline Asta Cita. Namun kami meminta adanya peningkatan aksesibilitas, mengingat luas laut Maluku jauh lebih besar dibanding daratan,” ujar Hayoto.
Di sisi lain, ia juga menyampaikan dukungan terhadap langkah politik luar negeri pemerintah yang dinilai strategis dalam memperkuat hubungan bilateral, sekaligus menjaga stabilitas pertahanan dan keamanan, baik di tingkat kawasan ASEAN maupun global.
Sebagai representasi elemen pemuda, Hayoto mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk menjadikan perbedaan pandangan sebagai kekuatan intelektual, bukan sebagai alat untuk memperkeruh situasi politik.
“Bagaimana Indonesia bisa maju jika energi masyarakat hanya dihabiskan untuk mengadu domba pemimpinnya,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia—yang berada dalam garis komando Haris Pertama selaku Ketua Umum DPP KNPI—mengimbau masyarakat agar mengedepankan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.
Ia pun mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersama-sama menatap masa depan menuju Indonesia Emas dengan semangat persatuan dan kedaulatan nasional. (JM-EA).


