JURNALMALUKU – Pemerintah Kota Ambon memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Kota Ambon dan sekitarnya dalam kondisi aman. Masyarakat diimbau untuk tidak panik serta tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi terkait kelangkaan maupun kenaikan harga BBM.
Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, menegaskan bahwa pasokan BBM untuk Ambon tetap terjamin karena daerah ini menjadi salah satu titik suplai induk bagi kawasan Indonesia Timur.
“Pertamina menjamin stok karena Ambon ini merupakan titik suplai induk untuk wilayah Indonesia Timur. Jadi tidak perlu takut,” tegas Wattimena kepada wartawan di DPRD Kota Ambon, usai menghadiri Rapat Paripurna penyerahan LKPJ Tahun Anggaran 2025 dan tiga Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda), Selasa (31/3/2026).
Ia menyayangkan beredarnya informasi yang tidak benar dari sejumlah oknum penggiat media sosial yang memicu kepanikan masyarakat. Menurutnya, isu kelangkaan BBM dan spekulasi mengenai kemungkinan kenaikan harga BBM menjadi faktor yang mendorong warga berbondong-bondong mendatangi SPBU.
Wattimena menegaskan bahwa kebijakan terkait harga BBM merupakan kewenangan Pemerintah Pusat. Karena itu, masyarakat diminta tidak membuat asumsi atau mempercayai informasi yang belum memiliki dasar resmi.
“Kita tidak bisa menentukan harga naik atau tidak. Kalaupun ada kebijakan kenaikan, pasti ada pengumuman resmi dari Pemerintah Pusat. Jadi jangan berspekulasi sendiri,” tandasnya.
Lebih lanjut, ia menilai kepanikan masyarakat justru berdampak negatif terhadap kondisi di lapangan. Salah satunya adalah meningkatnya harga BBM yang dijual oleh pengecer di pinggir jalan secara tidak terkendali, sehingga merugikan masyarakat luas.
“Kepanikan seperti ini justru berdampak pada naiknya harga BBM di tingkat pengecer yang tidak terkendali. Tentu kondisi ini sangat merugikan masyarakat,” ujarnya.
Karena itu, Pemerintah Kota Ambon kembali mengimbau warga agar tetap tenang dan hanya mengacu pada informasi resmi yang disampaikan pemerintah maupun pihak terkait.
“Kami mengimbau agar semua tenang. Pemerintah menjamin kepastian stok. Jika ada pihak lain yang membangun asumsi sendiri, tidak usah dipercaya,” tandas Wattimena.
Pemerintah berharap masyarakat dapat bersikap bijak dalam menerima maupun menyebarluaskan informasi, sehingga situasi tetap kondusif dan kebutuhan BBM masyarakat dapat terpenuhi dengan baik. (JM–AL).
