JURNALMALUKU – Kepala Staf Kodam (Kasdam) XV/Pattimura, Brigjen TNI Wawan Pujiatmoko, secara resmi menutup Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Sistem Pembinaan Personel Terintegrasi (SPPI) Koperasi Desa/Kampung Mandiri Pangan (KDKMP) dan Koperasi Nelayan Mandiri Pangan (KNMP) Tahun Anggaran 2026 di Lapangan Upacara Dodik Bela Negara Rindam XV/Pattimura, Liang, Kabupaten Maluku Tengah, Jumat (31/7/2026).
Upacara penutupan berlangsung khidmat dengan diawali pemeriksaan pasukan, dilanjutkan pembacaan laporan hasil pelaksanaan diklat, penanggalan tanda peserta, penyerahan ijazah, serta penyematan Pin Bela Negara kepada para peserta yang telah menyelesaikan pendidikan dan pelatihan.
Hadir dalam kegiatan tersebut Danrindam XV/Pattimura Brigjen TNI Irfan Amir, S.E., M.Si., para Asisten Kasdam XV/Pattimura, Pa LO Kementerian Pertahanan RI, LO Kementerian Koperasi dan UKM RI, para Komandan Satuan Pendidikan (Dansatdik), jajaran pejabat Rindam XV/Pattimura, serta perwakilan Dinas Koperasi Provinsi Maluku dan Dinas Koperasi Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB).
Dalam kesempatan itu, Kasdam XV/Pattimura membacakan amanat Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan RI, Letjen TNI Budi Utomo. Disampaikan bahwa penyelenggaraan diklat bertujuan meningkatkan kemampuan, keterampilan, sekaligus membentuk karakter kepemimpinan, integritas, disiplin, dan semangat bela negara bagi seluruh peserta.
Selama mengikuti pelatihan, para peserta menerima berbagai materi strategis, mulai dari kepemimpinan, tata kelola kelembagaan, penguatan sumber daya manusia, hingga manajemen pengelolaan Koperasi Desa/Kampung Mandiri Pangan dan Koperasi Nelayan Mandiri Pangan.
“Selama masa pelatihan, peserta telah dibekali materi krusial mulai dari ilmu kepemimpinan, tata kelola kelembagaan, penguatan SDM, hingga manajemen pengelolaan KDKMP dan KNMP,” ujar Kasdam XV/Pattimura saat membacakan sambutan Sekjen Kemhan RI.
Melalui pembekalan tersebut, para lulusan diharapkan mampu menjadi motor penggerak pembangunan di daerah masing-masing dengan membangun sinergi bersama pemerintah daerah, pelaku usaha, serta berbagai pemangku kepentingan.
Selain itu, lulusan diklat juga diharapkan mampu menghadirkan inovasi dan solusi dalam pengembangan koperasi desa maupun kampung nelayan, sehingga dapat memperkuat ketahanan pangan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Lulusan diklat ini diharapkan hadir sebagai solusi nyata dalam mendorong kemajuan Koperasi Desa dan Kampung Nelayan di seluruh Indonesia, sekaligus berkontribusi aktif dalam mendukung keberhasilan pembangunan nasional,” tutupnya. (JM–AL).
