JURNALMALUKU – Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, menghadiri sekaligus memberikan sambutan pada acara Peletakan Batu Pertama Pembangunan Kantor Badan Pengurus Daerah (BPD) Gereja Bethel Indonesia (GBI) Provinsi Maluku yang berlokasi di Negeri Passo, Kecamatan Baguala, Kota Ambon, Senin (3/8/26).
Dalam sambutannya, Bodewin M. Wattimena menyampaikan apresiasi atas perkembangan GBI Maluku yang dinilainya terus tumbuh pesat sehingga membutuhkan sarana dan prasarana yang representatif guna menunjang efektivitas pelayanan dan pembinaan umat.
Pada kesempatan tersebut ,Wali Kota menekankan tiga poin utama. Pertama, Komitmen dan Saling Menopang secara Internal. Menurutnya, Pembangunan fasilitas keagamaan harus dilandasi keyakinan dan niat tulus, serta didukung oleh komitmen penuh internal organisasi. Keberhasilan pembangunan sarana pelayanan merupakan wujud kasih karunia Tuhan serta hasil kerja keras dan saling menopang antar-umat dan pelayan Tuhan.
Kedua, Sinergi Pemerintah dan Lembaga Keagamaan. Pemerintah Kota Ambon tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik kota, melainkan juga pembangunan spiritual, mental, dan karakter masyarakat.
“Pemkot Ambon berkomitmen untuk terus memfasilitasi dan mendukung kegiatan seluruh umat beragama secara proporsional dan transparan sesuai dengan kemampuan anggaran serta regulasi tata kelola dana hibah yang berlaku,” ungkapnya.
Ketiga, Wali Kota meminta semua pihak agar Menjaga Kesejukan dan Menjadi Pelaku Sejarah Keharmonisan Kota Ambon. Mengingat Ambon merupakan kota yang majemuk dan heterogen, seluruh elemen masyarakat—terutama para tokoh agama dan hamba Tuhan—diimbau untuk terus menjaga kondusivitas, mengikis stigma kekerasan, serta mencegah potensi konflik SARA. Setiap warga diajak untuk menjadi pelaku sejarah positif yang berkontribusi nyata bagi kemajuan Kota Ambon.
“Dalam apapun kedudukan, jabatan, atau status sosial yang kita miliki hari ini, kita terpanggil untuk membuat Ambon semakin baik. Jika tidak bisa menjadi pelaku sejarah yang membawa kebaikan, setidaknya jangan menjadi beban bagi sejarah kota ini,” tegas Bodewin.
Atas nama Pemerintah dan masyarakat, Wali Kota secara resmi menyampaikan selamat kepada panitia dan seluruh keluarga besar GBI Maluku atas dimulainya proses pembangunan ini.
“Kami berharap gedung tersebut kelak dapat dimanfaatkan secara optimal sebagai sarana musyawarah, koordinasi, dan peningkatan kualitas pelayanan spiritual bagi masyarakat,” tandasnya.
Di tempat yang sama, Ketua BPD GBI Maluku, Pendeta Fredy Simon Pitna dalam sambutannya mengatakan bahwa gedung yang dibangun ini menggambarkan harapan, iman, cita-cita dan kerinduan Keluarga Besar GBI di Maluku.
“Dengan adanya peletakan batu pertama dan dibangunnya gedung ini, maka paling tidak ada tiga fungsi, pertana menjadi tempat pergumulan dan pelayanan, kedua sebagai tempat menata administrasi Gereja dan organisasi serta ketiga menjadi tempay dimana Hamba Tuhan saling berbagi beban, saling mendukung dan menopang satu sama lain,” tutupnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Sekretaris Daerah Kota (Sekda) Kota Ambon, Para Pimpinan OPD di lingkup Pemkot Ambon, Camat Baguala, Penjabat Kepala Pemerintah Negeri Passo beserta Saniri Negeri, Ketua Panitia Pembangunan, serta para gembala dan pelayan GBI se-Kota Ambon. (JM–AL).
