Hadiri Hari Indonesia Menabung, Warek III Unpatti Tegaskan Pentingnya Literasi Keuangan

JM AL
JM AL

JURNALMALUKU – Wakil Rektor (Warek) III Universitas Pattimura (Unpatti), Dr. Nur Aida Kubangun, menghadiri Puncak Hari Indonesia Menabung dan Bulan Literasi Keuangan Tahun 2026 yang digelar di Auditorium Kampus Universitas Pattimura, Kamis (3/9/2026).

Kegiatan yang diinisiasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku tersebut mengusung tema “Menabung Hari Ini, Sejahtera di Masa Depan: Keuangan Inklusif, Maluku Maju dan Berkelanjutan.”

Acara tersebut turut dihadiri Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena, jajaran pimpinan OJK, serta para siswa-siswi tingkat SD, SMP, dan SMA di Kota Ambon.

Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan pentingnya membangun budaya menabung dan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan keuangan sejak usia dini.

Dalam keterangannya kepada media di lokasi kegiatan, Kamis (3/9/2026), Warek III Unpatti Dr. Nur Aida Kubangun menyampaikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan kegiatan literasi keuangan tersebut.

Menurutnya, meskipun kegiatan puncak Hari Indonesia Menabung kali ini lebih diarahkan kepada kalangan pelajar, literasi keuangan juga memiliki peran penting bagi mahasiswa.
“Kami mendukung penuh kegiatan ini. Kebetulan literasi keuangan ini dibuat sebenarnya hanya untuk pelajar,” ujar Nur Aida.

Ia menjelaskan, di lingkungan perguruan tinggi, khususnya Unpatti, kegiatan literasi keuangan juga telah banyak dilakukan kepada mahasiswa. Hal tersebut dinilai penting karena mahasiswa merupakan bagian dari generasi muda yang perlu memiliki kemampuan mengelola keuangan secara baik.

Nur Aida juga menyinggung banyaknya mahasiswa Unpatti yang menerima beasiswa. Menurutnya, keberadaan mahasiswa penerima beasiswa tersebut turut menjadi bagian dari upaya mendorong inklusi keuangan di lingkungan kampus.

“Kalau untuk literasi keuangan untuk mahasiswa banyak, tapi hasilnya banyak yang melakukan eksklusi keuangan itu banyak karena mereka adalah penerima beasiswa,” jelasnya.

Ia menyebutkan, jumlah penerima beasiswa di Universitas Pattimura mencapai sekitar 6.400 mahasiswa. Kondisi tersebut, menurutnya, menunjukkan bahwa mahasiswa juga telah memiliki akses sekaligus perlu terus diperkuat pemahamannya terhadap layanan dan pengelolaan keuangan.

“Jumlah penerima beasiswa yang ada di Universitas banyak, sekitar 6.400. Artinya, mahasiswa tadi juga sudah punya literasi keuangan yang baik,” katanya.

Lebih lanjut, Nur Aida menilai penguatan literasi keuangan perlu dilakukan secara berkelanjutan, tidak hanya kepada pelajar, tetapi juga mahasiswa. Dengan pemahaman yang baik, generasi muda diharapkan mampu mengambil keputusan keuangan secara bijak dan bertanggung jawab.

Kegiatan Hari Indonesia Menabung dan Bulan Literasi Keuangan Tahun 2026 diharapkan dapat menjadi momentum untuk memperluas budaya menabung sekaligus meningkatkan inklusi keuangan di Maluku, khususnya di kalangan generasi muda. (JM–AL).

Sebarkan artikel ini
Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Silahkan gunakan tombol share untuk membagi berita.