JURNALMALUKU – Tokoh muda Tanimbar, Jefri Lamers, memberikan respons tegas terhadap sejumlah kritik yang mempertanyakan program pelatihan BPI di Kabupaten Kepulauan Tanimbar dalam kaitannya dengan persiapan tenaga kerja menghadapi operasional Blok Masela.
Menurut Jefri, sikap kritis masyarakat terhadap program pemerintah maupun lembaga tertentu merupakan hal yang positif dalam kehidupan demokrasi. Namun, ia menegaskan bahwa kritik yang disampaikan harus berdasarkan data dan fakta, bukan asumsi yang belum terbukti kebenarannya.
“Dunia sudah semakin canggih dan transparan. Kalau mau kritik, harus pegang datanya dulu. Jangan asal tuduh,” tegas Jefri, Kamis (20/5/2026).
Ia juga meluruskan informasi yang dinilainya keliru terkait tuduhan bahwa Kepala Cabang BPI di Tanimbar merupakan bagian dari tim sukses pasangan RJ-JR pada Pilkada 2024.
Menurutnya, informasi tersebut tidak benar dan berpotensi menyesatkan opini publik.
“Itu informasi yang salah. Kepala Cabang BPI bukan bagian dari tim sukses manapun. Kalau dasarnya sudah salah, maka seluruh argumen soal konflik kepentingan itu gugur dengan sendirinya,” ujarnya.
Jefri menjelaskan bahwa program pelatihan BPI hadir sebagai wadah peningkatan kapasitas generasi muda usia produktif di Tanimbar agar lebih siap bersaing ketika proyek Blok Masela mulai beroperasi secara penuh.
Ia menegaskan bahwa pelatihan tersebut bukan jaminan otomatis untuk mendapatkan pekerjaan, melainkan bentuk pembekalan kompetensi dan kesiapan kerja.
“BPI itu menyiapkan mereka. Yang ikut pelatihan, dapat sertifikat, lalu silakan berproses untuk melamar pekerjaan. Tidak ada yang bilang otomatis langsung kerja — tapi setidaknya mereka punya bekal dan bukti kompetensi,” kata Jefri.
Menurutnya, kesempatan pelatihan seperti ini penting dimanfaatkan oleh anak-anak muda Tanimbar agar memiliki daya saing dan kesiapan menghadapi kebutuhan industri di masa mendatang.
Ajak Masyarakat Fokus Mendukung Pembangunan
Di akhir pernyataannya, Jefri mengajak seluruh pihak untuk lebih mengedepankan semangat membangun daerah dibanding saling mencurigai tanpa dasar yang jelas.
Ia menilai banyak pihak saat ini memiliki niat baik untuk membantu kemajuan Tanimbar, khususnya dalam mempersiapkan sumber daya manusia menghadapi era industri migas melalui proyek Blok Masela.
“Banyak pihak yang mau membangun Tanimbar. Energi kita seharusnya difokuskan untuk mengapresiasi dan mendukung mereka, bukan langsung mencurigai. Kalau ada yang salah, silakan tunjukkan buktinya — baru kita bicara,” tutupnya. (JM–AL).

