Derita Mama Papalele,Berjuang Di Tengah Pandemi Covid-19

JM01
JM01
Foto:Penjual Buah (Papalele) Mama Anto

Sore ini saya  sempatkan waktu sejenak untuk bisa turun ke Pasar Mardika Ambon. Ditengah situasi  pasar yang begitu ramai, saya sedikit terfokus dengan salah seorang mama papalele sebutan papalele senidri adalah bahasa orang Maluku untuk orang-orang yang biasanya berjualan.

 Sekitar satu jam saya mendengar sejenak keluh kesah dari mama ini. Cukup terhanyut dengan semangat mama bagaimana tidak, kita semua tau Pandemi Covid-19 membuat banyak pedagang yang kehilangan mata pencaharian.

Penutupan lokasi jualan atau sepinya pembeli menjadi sebab banyak pedagang yang terpaksa harus berhenti berjualan.
Tapi hal ini tidak menyulutkan semangat mama papalele, untuk tetap bertahan jualan ditengah pandemi. Mama dulunya adalah pedagang di area batu meja tapi karena tergusur untuk kepentingan Pemerintah Kota Ambon maka mama papalele di relokasi ke area Pasar Mardika Ambon.
“Nyong e, kalau katong (kita) seng (tidak) jualan katong mau makan apa? mama ini dolo pedagang batu meja, waktu dapat gusur mama pindah kesini (pasar mardika),” ungkap  mama papalele kepada saya.
Sembari sambil tersenyum, mama tetap bercerita soal kesusahan yang ia alami, pasca di relokasi di pasar Mardika, mirisnya tidak ada tempat jualan yang disediakan Pemerintah Kota untuk ia berjualan.
Untung ada Polisi-Polisi berhati baik, yang memberi tempat tepat didekat pos polisi untuk mama berjualan.
Payung yang digunakan untuk menadah panasnya matahari dan hujan, sudah diganti oleh mama berulang kali akibat sering di terpa angin kencang dengan memakai uang sendiri tanpa ada bantuan pemerintah.
“Pemkot turun dong (mereka) cuma kasih mama keranjang sampah saja, par (buat) mama taruh mama pung sampah.” Katanya.
Hal ini sungguh memiluhkan, ditambah lagi mama terkasih masih memiliki anak-anak, satunya masih kuliah di AKPER RST dan satunya lagi sudah selesai kuliah di tahun 2012 dan sampai saat ini belum mendapatkan pekerjaan.
Semoga mama bisa diberi kesehatan & kekuatan untuk dapat terus berjualan demi keluarga tercinta di rumah.

Penulis: Patrick Papilaya
 

Sebarkan artikel ini
Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Silahkan gunakan tombol share untuk membagi berita.