JURNALMALUKU – Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, menegaskan pentingnya edukasi literasi dan inklusi keuangan bagi anak-anak usia sekolah sejak dini.
Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri program Goes to School yang diselenggarakan oleh Bank CIMB Niaga di kompleks PDK Kota Ambon, jalan Pattimura, Kelurahan Uritetu, Sirimau. Kamis (27/8/26).
Kegiatan ini melibatkan para pelajar dan Kepala Sekolah dari SD Negeri 4 dan SD Negeri 65 Ambon, serta dihadiri oleh jajaran Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku serta pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Ambon.
Dalam arahannya, Bodewin menyampaikan bahwa menabung bukan hanya sebatas menyimpan uang secara fisik, melainkan sebuah proses pembentukan karakter disiplin, pemahaman prioritas antara kebutuhan dan keinginan, serta investasi jangka panjang untuk meraih cita-cita pendidikan.
“Menabung adalah cara kita merancang masa depan. Jangan sampai anak-anak kita yang berprestasi terhenti pendidikannya di tengah jalan hanya karena keterbatasan biaya akibat risiko kehidupan yang dialami orang tua. Melalui budaya menabung dan jaminan perlindungan sosial, kita menjaga agar masa depan anak-anak Kota Ambon tetap terjaga,” ujar Bodewin.
Pemerintah Kota Ambon mengapresiasi kontribusi Bank CIMB Niaga yang tidak hanya memberikan edukasi, tetapi juga memfasilitasi pembukaan rekening bagi para pelajar dengan memberikan stimulus bantuan dana tabungan awal sebesar Rp100.000 per siswa. Langkah ini dinilai sejalan dengan kebijakan Pemkot Ambon yang mewajibkan kepemilikan rekening bagi seluruh pelajar SD hingga SMP melalui program Satu Rekening Satu Pelajar (Kejar).
“Jika anak-anak disisihkan uang jajannya Rp2.000 setiap hari secara konsisten, itu akan membentuk kebiasaan yang luar biasa. Anak-anak Ambon harus menjadi generasi yang cerdas dan mandiri secara finansial,” tambahnya.
Pada kesempatan yang sama, Wali Kota Ambon juga menyampaikan kabar gembira terkait keberhasilan Kota Ambon meraih Juara 1 Nasional Inklusi Keuangan.Penghargaan tingkat nasional tersebut diraih setelah Kota Ambon mengungguli dua nominasi finalis lainnya, yakni Kota Bandung dan Kota Cirebon.
“Prestasi Juara 1 Nasional ini merupakan bukti nyata atas kerja keras bersama antara Pemerintah Kota Ambon, OJK, industri perbankan, serta seluruh elemen masyarakat dalam membangun literasi dan inklusi keuangan yang merata. Kami berkomitmen untuk terus memperluas program inklusi keuangan, termasuk penguatan ekosistem digitalisasi pembayaran seperti penggunaan QRIS di masyarakat dan lingkungan sekolah,” pungkasnya. (JM–AL).