JURNALMALUKU – Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Ambon, Alfredo Hehamahua, mengungkapkan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Program Gerakan Ayah Pengganti, sebuah program kolaboratif yang bertujuan menghadirkan sosok ayah bagi anak-anak yang membutuhkan perhatian dan kasih sayang.
Hal tersebut disampaikan Alfredo Hehamahua kepada awak media usai menghadiri Pembukaan In House Training Diklat Pemadam I Kota Ambon Tahun 2026 yang berlangsung di Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan Ambon, Jumat (10/7/2026).
Menurut Alfredo, Gerakan Ayah Pengganti merupakan hasil kolaborasi antara BKKBN Provinsi Maluku, BKKBN Kota Ambon, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Ambon, serta mendapat dukungan dari Dinas Pendidikan dan sekolah-sekolah di Kota Ambon.
“Program ini lahir dari kepedulian terhadap anak-anak yang dalam kehidupan sehari-harinya kurang mendapatkan perhatian dan kasih sayang dari sosok ayah. Ada yang ayahnya bekerja di luar daerah, misalnya menjadi awak kapal selama bertahun-tahun, sehingga anak-anak jarang merasakan kehadiran dan perhatian seorang ayah,” ujar Alfredo.

Ia menjelaskan, kondisi tersebut menjadi salah satu alasan lahirnya Gerakan Ayah Pengganti, yang diharapkan dapat memberikan dukungan moral, motivasi, serta pendampingan kepada anak-anak yang membutuhkan figur seorang ayah dalam proses tumbuh kembang mereka.
Alfredo mengaku bersyukur karena Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Ambon dipercaya untuk terlibat dalam program tersebut dengan menjadi bagian dari para “Ayah Pengganti” bagi anak-anak yang telah terdata.
“Ini merupakan sebuah kehormatan bagi kami. Damkar diberi kepercayaan untuk menjadi Ayah Pengganti bagi anak-anak kita yang membutuhkan perhatian dan pendampingan,” katanya.
Ia juga menyampaikan bahwa pada Senin, 13 Juli 2026, yang merupakan hari pertama masuk sekolah, sebanyak 30 anak yang telah terdaftar dalam program tersebut akan dijemput untuk diantar ke sekolah sebagai bagian dari pelaksanaan perdana Gerakan Ayah Pengganti.
“Kami akan menjemput sekitar 30 anak yang telah terdaftar dan mengantar mereka ke sekolah pada hari pertama masuk sekolah. Ini menjadi simbol bahwa mereka tidak sendiri dan tetap mendapat perhatian serta dukungan,” tutup Alfredo.
Program Gerakan Ayah Pengganti diharapkan menjadi langkah nyata dalam membangun kepedulian sosial, memperkuat perlindungan anak, serta menghadirkan lingkungan yang lebih ramah bagi tumbuh kembang generasi muda di Kota Ambon. (JM–AL).