JURNALMALUKU – Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, Dr. Zulkifli Hasan, S.E., M.M., mendorong penguatan kerja sama antara pemerintah, perguruan tinggi, dan sektor swasta dalam mendukung peningkatan kesejahteraan nelayan, penguatan ketahanan pangan, pengembangan ekonomi karbon laut (blue carbon), serta penyelesaian berbagai persoalan lingkungan.
Hal tersebut disampaikan dalam Kuliah Umum bertajuk “Peran Strategis Sumber Daya Kelautan dan Perikanan dalam Mendukung Ketahanan Pangan Nasional yang Berkelanjutan”, yang berlangsung pada Rabu, 2 September, di Aula Rektorat Universitas Pattimura.
Kuliah umum tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman dan wawasan mahasiswa mengenai peran strategis sumber daya kelautan dan perikanan dalam mendukung ketahanan pangan nasional yang berkelanjutan, sekaligus mendorong pengelolaan sumber daya kelautan dan perikanan secara optimal, inovatif, dan berkelanjutan.
Menurut Menko, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mendukung berbagai program pemerintah, khususnya di wilayah Maluku, Maluku Utara, dan Nusa Tenggara Timur yang memiliki potensi kelautan dan perikanan yang besar.
Salah satu program yang tengah dikembangkan pemerintah adalah Kampung Nelayan yang diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir melalui pembangunan berbagai fasilitas pendukung, seperti balai lelang, sarana penyimpanan, penyediaan bahan bakar, serta koperasi Kampung Nelayan.
Selain sektor perikanan, pemerintah juga mendorong pengembangan nilai ekonomi karbon laut (blue carbon). Menko menjelaskan, potensi pembiayaan program tersebut tersedia melalui Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH), namun pemanfaatannya membutuhkan mekanisme kelembagaan yang tepat.
Dalam konteks tersebut, perguruan tinggi dinilai dapat menjadi mitra strategis dalam pengembangan program, penelitian, pendampingan, maupun penguatan kapasitas masyarakat.
Pemerintah juga mendorong pengembangan desa mandiri pangan melalui konsep desa tematik. Setiap desa dapat dikembangkan berdasarkan potensi unggulan masing-masing, baik di bidang pariwisata, perikanan, pertanian, maupun sektor produktif lainnya. Pengembangan tersebut membutuhkan dukungan pengetahuan, teknologi, serta pendampingan dari perguruan tinggi.
Menko menegaskan, sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia usaha merupakan bagian penting dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menghasilkan inovasi dan teknologi yang aplikatif serta memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Pada kesempatan yang sama, Rektor Universitas Pattimura, Prof. Dr. Fredy Leiwakabessy, M.Pd., dalam sambutannya sekaligus membuka secara resmi kegiatan tersebut, mengatakan bahwa sebagai perguruan tinggi yang berada di wilayah kepulauan dengan karakteristik geografis yang didominasi laut, Universitas Pattimura memiliki sumber daya manusia, sarana, dan kapasitas akademik yang dapat dikembangkan untuk mendukung pembangunan sektor kelautan dan perikanan.
“Universitas Pattimura memiliki sumber daya manusia yang mumpuni serta sarana dan prasarana yang tersedia untuk penguatan kapasitas dalam mendukung ketahanan pangan di bidang kelautan dan perikanan,” kata Rektor.
Salah satu potensi yang disoroti adalah keberadaan Marine Station yang memiliki luas kurang lebih 12 hektare. Kawasan tersebut telah dilengkapi sejumlah fasilitas pendukung, antara lain kolam pemeliharaan dan budidaya, keramba jaring apung, cold storage, serta fasilitas penyediaan es.
Namun demikian, Rektor menjelaskan bahwa berbagai fasilitas tersebut belum dapat difungsikan secara optimal karena masih membutuhkan dukungan pembiayaan dan pengembangan sarana.
“Untuk meningkatkan kapabilitas dan produktivitas area tersebut, kita membutuhkan modal yang tidak sedikit. Padahal, kawasan ini dapat menjadi salah satu upaya untuk memperkuat ketahanan pangan di bidang kelautan dan perikanan, termasuk sampai pada proses pembenihan,” jelas Rektor.
Menurut beliau, optimalisasi Marine Station dapat menjadi bagian dari penguatan ekosistem kelautan dan perikanan, sekaligus mendukung kegiatan pendidikan, penelitian, pengembangan teknologi, dan peningkatan produktivitas masyarakat.
Karena itu, Rektor menyampaikan bahwa kunjungan Menteri Koordinator Bidang Pangan dapat menjadi momentum untuk membuka peluang sinergi dan dukungan terhadap pengembangan kawasan tersebut. Beliau juga menyatakan kesiapan membuka akses bagi jajaran kementerian untuk melihat secara langsung kondisi dan potensi Marine Station sebagai dasar pengembangan program ke depan.
Kegiatan Kuliah Umum diawali dengan pemberian cendera mata oleh Rektor kepada Menko Bidang Pangan RI dan dilanjutkan dengan foto bersama. Turut hadir Komisi I DPR RI Dessy Ratnasari, Komisi VI DPR RI Eko Hendro Purnomo, Komisi IX DPR RI Surya Utama, Komisi III DPR RI Widya Pratiwi bersama Murad Ismail, serta para pimpinan di lingkungan Universitas Pattimura. (JM–AL).