DPC PDI Perjuangan MBD Gelar Aksi Sosial di Bulan Bung Karno, Wujud Nyata Semangat Marhaenisme

JM AL
JM AL

JURNALMALUKU – Dalam rangka memperingati Bulan Bung Karno yang diperingati setiap bulan Juni, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) menggelar kegiatan bakti sosial dengan menyalurkan bahan makanan bergizi kepada anak-anak dan ibu hamil di Desa Wakarleli dan Desa Kaiwatu.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen PDI Perjuangan dalam mengaktualisasikan nilai-nilai perjuangan Bung Karno melalui aksi nyata yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Mewakili Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Maluku Barat Daya, Wakil Ketua Bidang Ideologi dan Kaderisasi, Piter Lakburlawal, mengatakan Bulan Bung Karno merupakan agenda rutin partai yang tidak hanya memiliki makna historis, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat semangat pengabdian kepada rakyat.

Menurutnya, terdapat tiga peristiwa penting yang menjadi dasar diperingatinya Bulan Bung Karno, yakni kelahiran Bung Karno pada 6 Juni 1901, lahirnya Pancasila pada 1 Juni 1945 melalui pidato Bung Karno di hadapan BPUPKI, serta wafatnya Sang Proklamator pada 21 Juni 1970 yang meninggalkan warisan pemikiran besar bagi bangsa Indonesia.

“Bulan Bung Karno bukan hanya menjadi momentum mengenang sejarah, tetapi juga saat yang tepat bagi seluruh kader PDI Perjuangan untuk mengimplementasikan nilai-nilai perjuangan Bung Karno melalui aksi nyata di tengah masyarakat,” ujar Piter.

Sebagai implementasi semangat tersebut, DPC PDI Perjuangan MBD menyisir sejumlah anak-anak dan ibu hamil di Desa Wakarleli dan Desa Kaiwatu untuk menerima bantuan bahan makanan bergizi. Bantuan itu diberikan sebagai bentuk kepedulian terhadap pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat, khususnya kelompok rentan.

Piter menegaskan, perhatian terhadap pemenuhan gizi merupakan bagian dari komitmen partai dalam mendukung terwujudnya masyarakat yang sehat dan berkualitas. Menurutnya, anak-anak merupakan generasi penerus bangsa yang harus dipersiapkan sejak dini melalui asupan gizi yang baik, sementara ibu hamil membutuhkan nutrisi yang cukup untuk menjaga kesehatan ibu dan bayi yang dikandung.

“Kegiatan ini adalah bentuk nyata kehadiran PDI Perjuangan di tengah masyarakat. Kami ingin berbagi dan memastikan bahwa perhatian terhadap kesehatan serta kebutuhan gizi anak-anak dan ibu hamil menjadi bagian dari semangat gotong royong yang selalu diajarkan Bung Karno,” katanya.

Ia menambahkan, kegiatan sosial tersebut juga menjadi bagian dari upaya PDI Perjuangan untuk terus hadir di tengah masyarakat melalui kerja-kerja kemanusiaan yang memberikan manfaat secara langsung.

Lebih lanjut, Piter menjelaskan bahwa PDI Perjuangan menjadikan Marhaenisme sebagai landasan ideologi partai. Marhaenisme merupakan ajaran politik Bung Karno yang berpihak kepada rakyat kecil dan bertujuan membebaskan kaum Marhaen dari berbagai bentuk penindasan, baik ekonomi, politik, maupun kolonialisme.

Karena itu, kata dia, setiap kader PDI Perjuangan dituntut menjadi seorang Marhaenis yang senantiasa memperjuangkan kepentingan rakyat kecil melalui tindakan nyata dan pengabdian kepada masyarakat.

“Menjadi kader PDI Perjuangan berarti harus menjadi Marhaenis. Setiap kader harus hadir untuk rakyat, membantu mereka yang membutuhkan, dan menjadikan nilai-nilai kemanusiaan sebagai dasar dalam setiap pengabdian. Itulah yang terus kami lakukan, termasuk melalui kegiatan sosial seperti hari ini,” tegasnya.

Melalui kegiatan pembagian bahan makanan bergizi tersebut, DPC PDI Perjuangan Kabupaten Maluku Barat Daya berharap semangat Bulan Bung Karno tidak hanya menjadi peringatan sejarah, tetapi juga menjadi inspirasi untuk memperkuat kepedulian sosial, menumbuhkan semangat gotong royong, serta menghadirkan politik yang berpihak kepada rakyat kecil. (JM–AL).

Sebarkan artikel ini
Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Silahkan gunakan tombol share untuk membagi berita.