JURNALMALUKU – Ketua DPD Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Maluku, Alberthus Y.R. Pormes, yang juga merupakan Putra Daerah Luang Sermata, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), menyampaikan harapan besar agar KM Sabuk Nusantara 87 kembali melayani dan bersandar di Pulau Luang demi menjamin keberlangsungan kehidupan masyarakat di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).
Saat memberikan keterangan kepada media ini, Kamis (23/7/2026), Alberthus mengungkapkan keprihatinannya atas tidak lagi singgahnya kapal perintis tersebut di Pulau Luang. Menurutnya, kondisi itu telah memberikan dampak yang sangat besar terhadap kehidupan masyarakat, mulai dari terganggunya mobilitas warga, distribusi kebutuhan pokok, hingga melambatnya aktivitas ekonomi.
Ia menjelaskan bahwa masyarakat Pulau Luang hingga saat ini masih sangat bergantung pada transportasi laut sebagai urat nadi penghubung dengan daerah lain. Sebagian besar kebutuhan pokok masyarakat dipasok dari Kota Kupang, sehingga keberadaan kapal perintis menjadi kebutuhan yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan sehari-hari warga.
“Apabila KM Sabuk Nusantara 87 tidak lagi singgah di Pulau Luang, maka akses masyarakat menjadi semakin terbatas. Distribusi logistik terganggu, harga kebutuhan pokok berpotensi meningkat, dan roda perekonomian masyarakat ikut melemah,” ujarnya.
Alberthus juga mengungkapkan bahwa persoalan tersebut telah dikomunikasikan dengan Pemerintah Provinsi Maluku. Menurutnya, Pemprov Maluku telah menunjukkan respons positif dengan menyampaikan surat kepada Menteri Perhubungan terkait aspirasi masyarakat Pulau Luang. Selain itu, Gubernur Maluku juga telah meminta Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Maluku untuk melakukan koordinasi lebih lanjut dengan pihak PT PELNI guna mencari solusi terbaik.
Ia memberikan apresiasi atas langkah cepat Pemerintah Provinsi Maluku yang telah merespons aspirasi masyarakat dan berharap komunikasi tersebut segera membuahkan hasil sehingga pelayanan kapal ke Pulau Luang dapat kembali normal.
“Kami berharap Kementerian Perhubungan dan PT PELNI dapat mendengar keluhan masyarakat Pulau Luang. Ini bukan sekadar persoalan transportasi, tetapi menyangkut kehidupan banyak orang yang setiap hari bergantung pada layanan kapal perintis,” tegasnya.
Sebagai bentuk komitmen memperjuangkan kepentingan masyarakat, Alberthus menegaskan bahwa DPD GMNI Maluku akan terus mengawal persoalan tersebut hingga ada kepastian mengenai kembalinya KM Sabuk Nusantara 87 untuk singgah di Pulau Luang.
Ia berharap Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi Maluku, DPRD Provinsi Maluku, serta seluruh pemangku kepentingan dapat terus bersinergi memberikan perhatian yang nyata bagi masyarakat di wilayah 3T. Menurutnya, masyarakat Pulau Luang memiliki hak yang sama untuk memperoleh pelayanan transportasi laut yang aman, layak, berkelanjutan, dan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
“Harapan terbesar kami adalah KM Sabuk Nusantara 87 dapat kembali masuk dan bersandar di Pulau Luang. Kami percaya pemerintah memiliki komitmen untuk menghadirkan pelayanan yang merata bagi seluruh masyarakat, termasuk mereka yang berada di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal. Semoga sinergi antara Kementerian Perhubungan, Pemerintah Provinsi Maluku, PT PELNI, DPRD Provinsi Maluku, dan seluruh pihak terkait dapat menghasilkan solusi terbaik, sehingga akses transportasi, distribusi kebutuhan pokok, dan perekonomian masyarakat Pulau Luang dapat kembali berjalan normal,” pungkasnya. (JM–AL).
