JURNALMALUKU – Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Maluku menilai konsistensi Febry Calvin Tetelepta (FCT) dalam menyalurkan hewan qurban setiap momentum Idul Adha menjadi simbol nyata semangat berbagi dan moderasi beragama di Kota Ambon.
Hal itu disampaikan Wakil Ketua DPD KNPI Maluku, Adam R. Rahantan, usai mendampingi FCT menyerahkan hewan qurban di Masjid Raya Al Fatah dan Masjid Agung An Nur Batu Merah, Minggu (24/05/2026).
Menurut Adam, selama tujuh tahun terakhir FCT terus menjaga tradisi berbagi dengan masyarakat tanpa membedakan latar belakang agama maupun kelompok sosial.
“Ini bukan sekadar agenda seremonial tahunan. Yang dijaga Bang FCT adalah nilai hidup orang basudara. Beliau konsisten hadir, berbagi, dan menunjukkan bahwa Maluku kuat karena persaudaraan,” ujar Adam.
Ia mengatakan, kehadiran KNPI Maluku dalam agenda tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap nilai kebersamaan dan moderasi yang terus dirawat di tengah masyarakat.
“KNPI Maluku tentu mendukung langkah-langkah sosial seperti ini. Apalagi Bang FCT merupakan senior Cipayung yang punya komitmen kuat terhadap persatuan dan moderasi beragama di Maluku,” katanya.
Dalam agenda itu, FCT menyerahkan hewan qurban kepada masyarakat Batu Merah melalui Raja Negeri Batu Merah, Ali Hatala. Prosesi penyerahan berlangsung di kawasan Masjid An Nur dan disambut hangat warga setempat.
Selain di Batu Merah, FCT juga menyerahkan hewan qurban di Masjid Raya Al Fatah Ambon yang diterima langsung oleh pengurus Yayasan Al Fatah bersama jajaran pengurus masjid.
Adam menilai, langkah FCT yang rutin menyalurkan qurban di dua masjid besar di Kota Ambon menjadi pesan penting bahwa kepedulian sosial harus terus dijaga, terutama di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang sedang menghadapi berbagai tantangan.
“Anak muda Maluku harus melihat bahwa kepedulian itu tidak cukup hanya dibicarakan. Bang FCT menunjukkan lewat aksi nyata. Itu yang menurut kami patut dicontoh,” ujarnya.
Ia juga menyebut, tradisi berbagi yang terus dilakukan FCT menjadi energi positif dalam menjaga harmoni sosial di Maluku.
“Maluku hari ini butuh lebih banyak ruang kebersamaan, bukan sekat. Dan qurban yang dilakukan Bang FCT menjadi simbol bahwa nilai kemanusiaan dan persaudaraan harus tetap diutamakan,” kata Adam.
Sementara itu, FCT menegaskan bahwa tradisi penyaluran hewan qurban akan terus dijaga sebagai bentuk komitmen merawat nilai hidup orang basudara di Maluku.
“Tradisi ini tetap dilakukan di Al Fatah dan Batu Merah. Saya sudah berjanji untuk tetap bersama masyarakat di sini. Ini simbol bahwa kita hidup orang basudara tanpa sekat agama,” ujar FCT. (JM–AL).

