JURNALMALUKU – Pemerintah Daerah Kabupaten Maluku Barat Daya (Pemda MBD) bersama Gerakan Mahasiswa Maluku Barat Daya (GEMA MBD) dan Gerakan Mahasiswa Letti (GML) resmi meluncurkan program “Letti Hijau”, sebuah gerakan penanaman pohon yang akan dilaksanakan di seluruh desa di Pulau Letti sebagai bentuk kepedulian terhadap pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.
Program ini bertujuan memulihkan ekosistem Pulau Letti, menjaga ketersediaan sumber air bersih, mencegah erosi, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penghijauan dan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.
Perwakilan Pemda MBD menyampaikan bahwa gerakan tersebut merupakan langkah nyata dalam menjaga kelestarian alam demi masa depan generasi mendatang.
“Kami melihat perlunya upaya nyata untuk menjaga kesuburan tanah, mencegah erosi, serta melindungi sumber air yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat. Melalui Program Letti Hijau, kami tidak hanya menanam pohon, tetapi juga menanam kesadaran bahwa menjaga alam berarti menjaga kehidupan kita bersama,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, program ini menargetkan penanaman ratusan bibit pohon di seluruh desa se-Pulau Letti. Jenis pohon yang akan ditanam meliputi:
Pohon pelindung dan penahan erosi, seperti Teran Bessi dan Tanjung.
Pohon buah-buahan untuk mendukung ketahanan pangan masyarakat, seperti mangga, durian, dan lemon.
Berbagai jenis pohon asli Maluku yang mulai langka sebagai bagian dari upaya pelestarian keanekaragaman hayati.
Ketua Umum GEMA MBD menegaskan bahwa organisasi yang dipimpinnya bersama GML siap menjadi garda terdepan dalam menyukseskan program tersebut.
“Mahasiswa, baik yang berada di kampus maupun di perantauan, ingin memberikan kontribusi nyata bagi tanah kelahiran. Kami akan terlibat mulai dari penyediaan bibit, penyuluhan kepada masyarakat, hingga penanaman dan pemeliharaan pohon. Ini menjadi bukti bahwa generasi muda memiliki kepedulian terhadap masa depan Pulau Letti,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua GML mengatakan bahwa Program Letti Hijau juga menjadi wadah untuk mempererat persatuan masyarakat dan pemuda di Pulau Letti.
“Kami berharap setiap desa di Pulau Letti memiliki kawasan hijau yang asri, dan setiap pekarangan masyarakat ditumbuhi pohon-pohon yang bermanfaat. Semoga Letti Hijau bukan sekadar nama program, tetapi menjadi warisan nyata yang dapat dinikmati oleh anak cucu kita di masa depan,” ungkapnya.
Kegiatan penanaman pohon secara massal dijadwalkan dimulai 16 Juli 2026 di Kecamatan Letti Timur, kemudian dilanjutkan pada 21 Juli 2026 di Kecamatan Letti Barat. Pelaksanaan kegiatan akan mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Daerah Kabupaten Maluku Barat Daya, tokoh masyarakat, tokoh agama, pemerintah desa, serta seluruh elemen masyarakat di Pulau Letti.
Selain penanaman, Program Letti Hijau juga dirancang memiliki sistem pemeliharaan jangka panjang agar setiap bibit yang ditanam dapat tumbuh dengan baik, memberikan manfaat ekologis, meningkatkan kualitas lingkungan, serta menjadi investasi hijau bagi pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Maluku Barat Daya. (JM–AL).