GENTING MBD 2026: Bupati Tekankan Pencegahan Stunting Sejak Kehamilan

Adm3
Adm3

JURNALMALUKU – Pencegahan stunting perlu dimulai sejak masa kehamilan dan dilanjutkan melalui pemenuhan gizi, pendampingan keluarga, serta pelayanan kesehatan yang berkelanjutan. Upaya tersebut menjadi perhatian Bupati Maluku Barat Daya (MBD), Benyamin Th. Noach, dalam mendorong percepatan penurunan stunting di daerah itu.

Sumber Foto : Humas

Penegasan tersebut disampaikan Noach saat memberikan sambutan pada kegiatan Pembinaan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) Kabupaten MBD Tahun 2026, yang berlangsung di Ruang Rapat Kantor Bupati, Selasa (27/10/2026).

Menurutnya, periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yang dimulai sejak kehamilan hingga anak berusia dua tahun, merupakan fase penting yang membutuhkan perhatian serius. Karena itu, upaya pencegahan harus dilakukan sejak dini melalui pemenuhan kebutuhan gizi ibu dan anak serta pemeriksaan kesehatan secara rutin.

Sumber Foto: Humas

Bupati menjelaskan, penanganan stunting tidak cukup hanya mengandalkan pemberian makanan tambahan, susu, atau obat-obatan. Diperlukan pula edukasi mengenai gizi, perbaikan pola asuh, perubahan kebiasaan konsumsi keluarga, dan pendampingan yang dilakukan secara konsisten.

Ia mendorong masyarakat memanfaatkan pangan lokal yang memiliki nilai gizi, seperti sayuran kelor, bayam, telur, dan ikan, untuk mendukung kebutuhan nutrisi keluarga. Selain itu, ibu hamil dan anak perlu mendapatkan pelayanan kesehatan melalui puskesmas dan posyandu sesuai kebutuhan.

Sumber Foto: Humas

Noach juga meminta camat dan kepala desa berperan aktif dalam mengidentifikasi keluarga yang membutuhkan pendampingan. Langkah tersebut diperlukan agar intervensi dan bantuan yang diberikan dapat menjangkau sasaran secara tepat, terutama keluarga yang membutuhkan perhatian lebih dalam pemenuhan gizi ibu dan anak.

Sumber Foto: Humas

Di sisi lain, pemerintah daerah bersama seluruh pemangku kepentingan perlu memperkuat validasi dan sinkronisasi data stunting secara berkala. Data yang akurat menjadi dasar dalam menentukan langkah penanganan, memantau perkembangan program, serta mengevaluasi efektivitas intervensi yang telah dilaksanakan.

Sumber Foto: Humas

Bupati menegaskan, percepatan penurunan stunting bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari perangkat daerah, pemerintah desa, organisasi perempuan, organisasi kepemudaan, dunia usaha, mahasiswa, hingga masyarakat secara luas.

“Pemerintah sendiri tidak bisa menyelesaikan stunting. Perlu kolaborasi. Pemerintah, pihak swasta, badan usaha, organisasi perempuan, organisasi pemuda, dan seluruh masyarakat harus bergandengan tangan untuk bersama-sama menyelesaikan stunting,” tegasnya.

Sumber Foto: Humas

Melalui pembinaan GENTING Tahun 2026, Noach berharap tumbuh kepedulian bersama untuk menjadikan pencegahan stunting sebagai gerakan berkelanjutan di tengah masyarakat. Sinergi lintas sektor diharapkan mampu mendukung target nol stunting melalui perbaikan gizi, pola asuh, pelayanan kesehatan, serta lingkungan keluarga yang sehat.Ia menambahkan, pencegahan stunting sejak kehamilan merupakan bagian penting dari investasi pembangunan sumber daya manusia di Kabupaten MBD. Dengan komitmen dan koordinasi seluruh pihak, anak-anak di MBD diharapkan dapat tumbuh sehat, cerdas, dan berkembang secara optimal. (JM-EA).

Sebarkan artikel ini
Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Silahkan gunakan tombol share untuk membagi berita.