JURNALMALUKU – Peringatan Bulan Bung Karno di Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang jasa Proklamator sekaligus Presiden Pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno, tetapi juga diwujudkan melalui berbagai aksi nyata yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat.
Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Maluku Barat Daya berkolaborasi dengan AMGPM Ranting Setia Jemaat GPM Efata Kaiwatu menggelar serangkaian kegiatan sosial, olahraga, dan aksi pelestarian lingkungan yang melibatkan masyarakat Desa Kaiwatu.
Rangkaian kegiatan diawali dengan gerak jalan santai yang diikuti kader PDI Perjuangan, anggota AMGPM, dan masyarakat setempat. Suasana penuh kebersamaan kemudian berlanjut dengan senam kesehatan jasmani yang berlangsung meriah, sebelum ditutup dengan pertandingan penalty kick bagi anak-anak sebagai sarana hiburan sekaligus mempererat hubungan antarwarga.


Selain kegiatan olahraga, DPC PDI Perjuangan MBD bersama pemuda Desa Kaiwatu juga melaksanakan aksi gotong royong membersihkan lingkungan yang dipusatkan di kawasan sumber air bersih desa. Para peserta membersihkan sampah, semak belukar, dan area sekitar mata air sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan serta menjaga sumber air yang menjadi kebutuhan vital masyarakat.
Semangat gotong royong yang tercermin dalam seluruh rangkaian kegiatan tersebut menjadi simbol kolaborasi antara partai politik, organisasi kepemudaan gereja, dan masyarakat dalam membangun kehidupan sosial yang lebih baik. Kebersamaan itu sekaligus menunjukkan bahwa menjaga kesehatan masyarakat dan kelestarian lingkungan merupakan tanggung jawab bersama.
Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Maluku Barat Daya Bidang Politik dan Reformasi Sistem Hukum Nasional, Stefano Elisa Christian, menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat Desa Kaiwatu yang telah berpartisipasi aktif sehingga seluruh rangkaian kegiatan Bulan Bung Karno tahun ini dapat berjalan dengan sukses.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat, khususnya keluarga besar AMGPM Ranting Setia Jemaat GPM Efata Kaiwatu, yang telah bersama-sama menyukseskan seluruh rangkaian kegiatan ini. Antusiasme masyarakat menjadi bukti bahwa semangat gotong royong masih hidup dan menjadi kekuatan utama dalam membangun daerah,” ujarnya.


Menurut Stefano, Bulan Bung Karno bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momentum untuk mengaktualisasikan nilai-nilai perjuangan Bung Karno melalui kerja nyata yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Ia menegaskan, DPC PDI Perjuangan Kabupaten Maluku Barat Daya akan terus mendorong penyelenggaraan kegiatan serupa dengan melibatkan lebih banyak elemen masyarakat.
“Ke depan, kami akan terus mengembangkan kegiatan seperti ini. Kami percaya, kuat dan besarnya PDI Perjuangan berpulang pada kemampuannya bergerak bersama rakyat. Ketika partai hadir, bekerja, dan bergotong royong bersama masyarakat dalam satu rampak barisan, di situlah semangat perjuangan Bung Karno benar-benar diwujudkan,” katanya.
Sementara itu, Pengurus PAC PDI Perjuangan Kecamatan Pulau Moa, Diana Haltere, berharap kegiatan yang melibatkan masyarakat secara langsung dapat terus menjadi agenda rutin partai.
Menurutnya, PDI Perjuangan sebagai partai yang berideologi Marhaenisme memiliki tanggung jawab untuk selalu hadir di tengah rakyat melalui kerja-kerja sosial yang berlandaskan semangat gotong royong.
“Harapan kami, kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan secara berkelanjutan. PDI Perjuangan adalah partai yang berideologi Marhaenisme. Karena itu, kerja gotong royong bersama masyarakat merupakan wujud nyata pengabdian partai berlambang banteng kepada rakyat. Nilai-nilai perjuangan Bung Karno harus diwujudkan melalui tindakan yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat,” ujarnya.
Melalui kolaborasi bersama AMGPM Ranting Setia Jemaat GPM Efata Kaiwatu, DPC PDI Perjuangan Kabupaten Maluku Barat Daya menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kebersamaan dengan masyarakat. Peringatan Bulan Bung Karno tidak hanya menjadi ruang mengenang sejarah perjuangan bangsa, tetapi juga menjadi sarana memperkokoh solidaritas sosial, membudayakan semangat gotong royong, serta meningkatkan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan sebagai bagian dari pengabdian kepada rakyat. (JM–AL).
