JURNALMALUKU – Penguatan organisasi perempuan menjadi salah satu agenda Partai Golkar Provinsi Maluku dalam mempersiapkan konsolidasi politik menuju Pemilu 2029. Upaya tersebut ditandai dengan pengukuhan Desy Kosita Hallauw sebagai Ketua Pimpinan Daerah Kesatuan Perempuan Partai Golkar (PD KPPG) Provinsi Maluku periode 2026–2030.
Pengukuhan berlangsung di Amaris Hotel Ambon, Jumat (6/11/2026), dilakukan oleh Wakil Ketua Umum I Pimpinan Pusat (PP) KPPG, Ratu Dian Hatifa. Kegiatan tersebut sekaligus dirangkaikan dengan Orientasi Kesatuan Perempuan Partai Golkar Provinsi Maluku.
Dalam kesempatan itu, Ratu Dian Hatifa menyampaikan bahwa Desy merupakan sosok perempuan energik yang memiliki kapasitas sebagai politisi. Ia berharap, kepemimpinan Desy dapat menghadirkan kekuatan baru dalam menggerakkan organisasi perempuan Partai Golkar di Maluku.
Menurut Ratu, keberadaan KPPG memiliki peran penting dalam memperkuat mesin politik partai, terutama menghadapi berbagai agenda politik mendatang, mulai dari Pilkada, Pilpres hingga Pemilu Legislatif 2029.

Ia juga berharap organisasi tersebut mampu melahirkan kader-kader perempuan potensial yang dapat mengambil peran strategis dalam dunia politik dan pemerintahan, termasuk mendorong peningkatan keterwakilan Partai Golkar di DPR RI.
Lebih lanjut, Ratu memaparkan tiga agenda utama yang perlu menjadi perhatian pengurus KPPG Maluku. Ketiganya meliputi konsolidasi organisasi, pelatihan peningkatan kapasitas atau capacity building, serta pemantapan kader dalam menghadapi Pemilu Legislatif 2029.
Selain agenda politik, pemberdayaan ekonomi perempuan juga menjadi perhatian penting. Program-program yang dijalankan diharapkan mampu menjangkau masyarakat hingga tingkat akar rumput.
Menurutnya, perempuan yang memiliki kemandirian ekonomi akan mempunyai kemampuan lebih besar untuk mengambil bagian dalam menentukan kebijakan.
Sementara itu, Ketua PD KPPG Provinsi Maluku, Desy Kosita Hallauw, mengakui bahwa upaya memberdayakan perempuan membutuhkan kerja bersama dan konsolidasi yang berkelanjutan.
Ia menilai, perempuan perlu didorong agar semakin berani mengambil peran dalam berbagai bidang kehidupan, termasuk dalam ruang politik.
“Ini merupakan pekerjaan rumah bagi saya untuk bisa berkonsolidasi bersama teman-teman lebih baik lagi, memajukan Partai Golkar di Provinsi Maluku serta memberdayakan perempuan-perempuan supaya kita tidak dipandang sebelah mata atau terdiskriminasi di tengah masyarakat,” ungkapnya.
Desy juga menegaskan bahwa kader perempuan yang direkrutnya bukanlah orang-orang baru dalam perjuangan politik Partai Golkar. Sebagian dari mereka telah dikenalnya sejak sebelum Pemilu 2024 dan memiliki pengalaman dalam menyumbangkan suara bagi partai.
“Saya mau bilang bahwa kader-kader yang saat ini saya rekrut adalah kader-kader perempuan yang sangat militan. Mereka sudah saya kenal sebelum Pemilu 2024 dan militan dalam menyumbangkan suara bagi Partai Golkar,” katanya.
Dengan pengalaman dan keterlibatan kader tersebut, Desy berharap konsolidasi organisasi dapat berjalan semakin baik serta memberikan kontribusi terhadap peningkatan perolehan suara Partai Golkar pada Pemilu 2029.
Ia juga menginginkan semakin banyak perempuan Partai Golkar yang memperoleh kesempatan menduduki posisi strategis, baik di lembaga legislatif maupun dalam pemerintahan daerah.
Pengukuhan kepengurusan KPPG Maluku periode 2026–2030 ini menjadi bagian dari agenda konsolidasi organisasi perempuan Partai Golkar di daerah dalam mempersiapkan kader dan memperluas keterlibatan perempuan di bidang politik. (JM–AL).
